KUALA PEMBUANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Seruyan menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan presiden RI pada peringatan HUT Kemerdekaan RI. Namun tampak hanya segelintir anggota dewan yang hadir.
Berdasarkan daftar hadir, hanya 12 anggota dewan dari jumlah 25 anggota dewan, total yang tidak hadir 13 anggota dewan. Anggota dewan yang tidak hadir tersebut diantaranya, Bambang Yantoko (Partai Golkar), Norhasan (Golkar), Harsandi, Sukran Mamun (Golkar), Atinita (Golkar).
Kemudian, Harry Darmawan (Partai PDIP), Mutmainnah (PDIP), Erwin Toha (Nasdem), Muhammad Aswin (Nasdem), Muhtadin (Gerindra), Mistius (Gerindra), Mujiannor (PKB), Denni Ramadhani (PKS), Bejo Riyanto (PAN).
Sementara itu, Bupati Yulhaidir diwakili oleh Wakil Bupati dan Sekda, karena Yulhaidir sedang mengikuti Rapat koordinasi Dewan Adat Dayak (DAD) dan Damang se Kalimantan Tengah dengan Gubernur Kalteng di Palangka Raya.
Dihari yang sama juga informasinya bupati melakukan pendampingan adat terkait tuntutan masyarakat atas perusakan Balai Adat Bukit Sei Batang di Desa Suling Tambun.
Ketua DPRD Seruyan Zuli Eko Prasetyo mengatakan memang dalam rapat paripurna istimewa ini walaupun tidak kourum masih bisa dilaksanakan.Tapi yang pasti agenda ini sudah di Banmuskan beberapa waktu yang lalu dan undangan sudah disampaikan kepada anggota dewan.
“Jadi, saya pun menyayangkan dengan hal ini, karena ini merupakan agenda negara, seharusnya mareka menghadiri kegiatan tersebut, karena disitu banyak paparan pidato presiden tentang bagaimana kita bisa memajukan Indonesia termasuk Seruyan,” ungkapnya.
Lanjut dia menjelaskan, memang ada beberapa anggota dewan yang menyampaikan berhalangan untuk hadir.
“Pastinya kita akan selalu mengingatkan keaktifan dari teman-teman, karena paripurna ini kita masih enak cuman duduk dan mendengarkan, apalagi nanti pada saat upacara. Saya harap keaktifan anggota dewan harus lebih ditingkatkan lagi,” pungkasnya.
(vik/matakalteng.com)






















Discussion about this post