PALANGKA RAYA – Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, menegaskan pentingnya pemulihan kawasan gambut sebagai langkah strategis dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kerap terjadi setiap tahun.
Menurut Khemal, penanganan Karhutla seharusnya tidak hanya difokuskan pada upaya pemadaman, melainkan diarahkan pada pencegahan jangka panjang melalui perbaikan ekosistem. Ia menyebutkan bahwa pemulihan gambut adalah langkah tepat untuk meminimalisir meluasnya kasus kebakaran di kemudian hari.
“Pemulihan ekosistem harus menjadi bagian dari penanganan jangka panjang agar tidak terjadi kerusakan lingkungan yang lebih parah,” ujar Khemal, Kamis 14 Agustus 2025. Dia menjelaskan bahwa lahan gambut memiliki peran vital sebagai penyimpan cadangan air dan pengatur iklim mikro.
Jika rusak, tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga memperbesar risiko terjadinya kebakaran berulang. Khemal mendorong pemerintah untuk menyusun langkah konkret seperti rewetting atau pembasahan kembali lahan gambut, rehabilitasi vegetasi alami, serta edukasi kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan Karhutla.
“Kita lihat kalau kebakaran terjadi di kawasan gambut ini dampaknya besar sekali, sehingga inilah yang harus disikapi betul-betul bagaimana penanganan jangka panjang,” tegasnya.
Politikus Partai Golkar itu juga mengajak pemerintah daerah untuk berkolaborasi dengan lembaga konservasi, akademisi, serta masyarakat adat dalam proses pemulihan, agar upaya tersebut berjalan maksimal. “Kalau tidak dilakukan secara komprehensif, kita akan terus menghadapi masalah yang sama setiap tahun,” pungkasnya.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post