PALANGKA RAYA – Memasuki puncak musim kemarau panjang, DPRD Kota Palangka Raya meminta seluruh pihak agar meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, mengungkapkan bahwa persiapan ini sudah dibahas dalam rapat dengar pendapat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran. “Beberapa hari yang lalu, kami sudah melakukan rapat dengar pendapat terkait persiapan menghadapi musim kemarau panjang,” ujar Hasan, Minggu 10 Agustus 2025.
“Kemarin, bersama BPBD dan Damkar, yang menjadi leading sector adalah BPBD, kami mengingatkan agar jauh-jauh hari mempersiapkan langkah-langkah antisipasi kemungkinan yang bisa terjadi.” tambahnya. Hasan menjelaskan, saat ini BPBD sedang memetakan titik-titik rawan karhutla yang hampir setiap tahun muncul ketika kemarau panjang.
Persiapan mencakup penempatan sumber daya manusia di lokasi rawan serta penyediaan sarana prasarana, termasuk sumur portabel untuk mempermudah pemadaman di lapangan. “Harapan kami, dengan persiapan sejak awal dan rapat siaga karhutla se-Kalimantan Tengah yang melibatkan Kota Palangka Raya, semua pihak akan lebih siap menghadapi karhutla. Jika muncul titik api, langsung diatasi sebelum meluas. Jangan sampai terulang kebakaran besar yang pernah berdampak buruk beberapa tahun lalu,” tegasnya.
Langkah pencegahan yang disiapkan tidak hanya terkait peralatan dan personel, tetapi juga sistem penanganan cepat agar kebakaran tidak berkembang, meskipun musim kemarau kali ini diprediksi lebih panjang. Mengenai anggaran, Hasan menegaskan bahwa setiap tahun Pemerintah Kota Palangka Raya bersama DPRD telah mengalokasikan dana penanggulangan bencana.
“Kalau sudah ditetapkan status darurat, misalnya siaga 1 atau siaga 2, dana bisa segera dikeluarkan. Untuk kejadian rutin atau skala kecil, operasionalnya sudah ditangani BPBD dengan dana yang tersedia,” jelasnya. DPRD berharap upaya ini dapat menekan risiko karhutla dan melindungi masyarakat dari dampak kesehatan, ekonomi, dan lingkungan yang sering menyertai bencana kebakaran lahan.
(nra/matakalteng)






















Discussion about this post