KASONGAN – Menjelang dimulainya Tahun Ajaran 2025/2026, ratusan siswa baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 23 Kabupaten Katingan mulai berdatangan ke Hotel Katingan, Minggu 10 Agustus 2025. Kehadiran mereka untuk mengikuti proses registrasi ulang sekaligus menempati asrama yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan, berdasarkan Surat Bupati Nomor 400.9.1/656/Dinsos/2025 tentang pemanggilan peserta didik. Seluruh siswa yang telah lulus seleksi diwajibkan hadir dengan membawa kelengkapan dokumen dan perlengkapan pribadi sebagai persiapan sebelum proses belajar mengajar dimulai.
Di lokasi registrasi, tampak peserta didik hadir bersama orang tua atau wali, membawa persyaratan administrasi seperti fotokopi Kartu Keluarga, KTP atau KIA, akta kelahiran, ijazah terakhir, Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), serta surat pernyataan orang tua asli. Selain itu, mereka juga membawa pakaian harian, seragam sekolah asal, dan perlengkapan lain yang diperlukan selama tinggal di asrama.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Katingan, Arianson, menyampaikan bahwa tahap ini merupakan bagian penting dari persiapan awal. “Peserta didik mulai berdatangan untuk registrasi sekaligus memastikan kelengkapan dokumen. Semua persyaratan harus dipenuhi agar mereka siap mengikuti seluruh kegiatan sekolah,” ucapnya.
Dia menambahkan, terdapat 100 peserta didik yang terdiri dari 50 siswa tingkat SMP dan 50 siswa tingkat SMA. Seluruhnya diharapkan sudah berada di asrama pada hari yang sama, karena esok hari akan dimulai kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan dan Disiplin (MPLD).
Menurut Arianson, persiapan sarana dan prasarana di sekolah hampir tuntas. Kebutuhan makan dan minum peserta juga telah diatur agar seluruh siswa dapat beradaptasi dengan nyaman di lingkungan asrama. “Kami ingin memastikan semua fasilitas siap digunakan, sehingga kegiatan belajar berjalan optimal sejak awal,” tambahnya.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 23 Kabupaten Katingan dijadwalkan resmi dibuka pada 15 Agustus 2025. Pemerintah daerah berharap, program berbasis asrama ini tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga membentuk karakter disiplin, mandiri, dan berdaya saing bagi para peserta didiknya.
(anr/matakalteng)






















Discussion about this post