PALANGKA RAYA – Anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Beta Syailendra menekankan bahwa untuk mencapai target penurunan stunting sebesar 12 persen di Kota Palangka Raya, diperlukan upaya dan kolaborasi dari semua lini. Penanganan stunting harus menjadi prioritas bersama.
Beta Syailendra juga mengungkapkan bahwa penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah saja, tetapi juga membutuhkan peran aktif dari tenaga kesehatan dan masyarakat. “Upaya-upaya yang dapat dilakukan meliputi peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan, edukasi gizi bagi ibu hamil dan balita, serta perbaikan sanitasi dan lingkungan,” sebut Beta, Sabtu 25 Mei 2024.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis pada masa kritis pertumbuhan, terutama pada anak di bawah usia 5 tahun. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai dampak buruk pada fisik, kognitif, dan bahkan produktivitas di kemudian hari.
“Sebagai upaya untuk menurunkan angka stunting, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan akses pelayanan kesehatan, memberikan edukasi dan informasi yang tepat tentang gizi, serta memperbaiki sanitasi dan lingkungan,” tegasnya.
Beta Syailendra berharap dengan adanya upaya dan kolaborasi dari semua lini ini, dapat tercapai penurunan angka stunting yang signifikan di Kota Palangka Raya dan meningkatkan kesehatan serta kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
(vi/matakalteng)






















Discussion about this post