SAMPIT – Tepat pada Jumat 19 April 2024 malam, di sekitar lokasi penemuan mayat juru parkir (Jukir) bernama Rusdiansyah atau Acay tepatnya di Eks Mentaya Teater atau Pasar Mentaya Taman Kota pernah terjadi pertikaian antara Jukir dengan preman diduga karena perebutan lahan parkir.
Pertikaian yang terjadi pada waktu itu membuat warga sekitar heboh. Pasalnya, pertikaian itu hingga menggunakan senjata tajam (Sajam). Juru parkir yang tak terima kemudian cekcok hingga terjadi kejar-kejaran dengan membawa sajam jenis parang.
Kemudian pada Sabtu 25 Mei 2024 sekitar pukul 16.30 WIB di eks Pasar Mentaya Taman Kota Samput, ada penemuan jasad Acay hingga membuat warga sekitar dihebohkan dengan bau busuk yang berasal dari lokasi tersebut. Saat diperiksa, ditemukan Acay sudah terbaring kaku dengan kondisi ada darah di bagian wajah dan belakang badannya. Acay masih mengenakan pakaian kaos oblong warna hitam dan celana warna krem panjang.
Menurut informasi warga, Acay sudah dua hari tidak terlihat bekerja sebagai jukir. Sebelum ditemukan tewas, warga sekitar mencium bau busuk dan kemudian mengeceknya. Dilokasi penemuan Acay, terlihat tembok belakang bolong dan kondisi korban juga ditemukan dengan keadaan ada darah di bagian wajah dan badannya bagian belakang.
Jasad Acay kemudian dievakuasi oleh petugas relawan pada pukul 18.40 WIB dan dibawa ke kamar mayat RSUD dr Murjani Sampit. Sedangkan menurut Fahri, seorang warga sekitar, sebulan sebelumnya memang pernah terjadi pertikaian antara jukir dengan preman di lokasi tersebut.
“Saya kan saat itu mengantarkan anak saya main. Saat saya duduk timbul ada yang bertikai sampai-sampai mereka saling mengejar menggunakan parang. Informasinya saat itu adalah jukir dengan preman,” bebernya. Hingga saat ini, belum diketahui pasti penyebab kematian Acay. Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kotim, AKP Iyudi Hartanto mengatakan bahwa kasus ini ditangani oleh pihak Polsek Ketapang. “Polsek infonya yang tangani,” tutup Iyudi.
(gus/matakalteng)




