SAMPIT – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rudianur, menegaskan bahwa penyampaian aspirasi oleh masyarakat tidak boleh disertai dengan tindakan anarkis. Pernyataan itu disampaikannya menanggapi kericuhan yang terjadi saat proses mediasi terkait polemik kepengurusan Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) Bagendang Raya di Kecamatan Mentaya Hilir Utara.
Rudianur menyayangkan adanya tindakan kekerasan yang terjadi dalam forum mediasi tersebut. Menurutnya, pertemuan yang difasilitasi pemerintah seharusnya menjadi ruang dialog untuk mencari solusi terbaik, bukan justru diwarnai tindakan yang merugikan semua pihak.
“Penyampaian aspirasi tentu merupakan hak masyarakat, tetapi tidak boleh disertai dengan tindakan anarkis. Perbuatan seperti itu tidak terpuji dan tidak seharusnya terjadi,” ujarnya saat dimintai tanggapan, Kamis 12 Maret 2026.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap langkah Camat Mentaya Hilir Utara yang melaporkan oknum warga yang diduga melakukan tindakan anarkis dalam pertemuan tersebut. Menurutnya, langkah tersebut penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kami mendukung langkah camat yang melaporkan oknum warga yang bertindak anarkis. Jika memang ada unsur pelanggaran hukum, tentu harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Menurut Rudianur, mediasi merupakan mekanisme yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, semua pihak yang terlibat harus menjaga suasana pertemuan agar tetap aman dan kondusif.
“Mediasi seharusnya berjalan dengan aman, damai dan kondusif. Tujuannya adalah mencari jalan keluar dari persoalan yang ada, bukan malah menimbulkan konflik baru,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa peristiwa tersebut terjadi di bulan suci Ramadan yang seharusnya menjadi momentum bagi semua pihak untuk menahan emosi serta memperkuat sikap saling menghormati.
“Apalagi ini bulan suci Ramadan, seharusnya kita bisa lebih menahan diri dan menjaga emosi. Persoalan apa pun sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin,” ujarnya.
Rudianur berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat agar lebih bijak dalam menyampaikan aspirasi serta tetap menghormati proses dialog yang difasilitasi pemerintah.
“Kami berharap ke depan setiap permasalahan bisa diselesaikan melalui musyawarah dengan cara yang baik. Jangan sampai tindakan anarkis justru merugikan semua pihak,” tandasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post