SAMPIT – Upaya mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, perbaikan jalan poros Kecamatan Tualan Hulu di Desa Mirah sepanjang kurang lebih 500 meter dengan lebar 10 meter kini terealisasi lewat gotong royong 11 perusahaan sawit melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Ketua DPRD Kotim, Rimbun, menilai langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian nyata dunia usaha terhadap kebutuhan masyarakat.
“Jalan poros Kecamatan Tualan Hulu di Desa Mirah dengan lebar 10 meter dan panjang 500 meter ini dikerjakan secara gotong royong melalui program CSR. Kami dari DPRD, terutama yang berasal dari Dapil 5, sangat mengapresiasi dan berterima kasih,” ujarnya, Jumat 20 Februari 2026.
Percepatan perbaikan jalan kabupaten menuju Kantor Camat Tualan Hulu yang melintasi Desa Merah hingga Desa Luwuk Sampun ini dinilai strategis karena menjadi akses utama warga. Rimbun menegaskan, di tengah keterbatasan fiskal daerah, keterlibatan perusahaan menjadi solusi konkret agar pembangunan tetap berjalan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada APBD.
Sebanyak 11 perusahaan yang ambil bagian dalam perbaikan tersebut yakni PT Uniprimacom, PT Surya Inti Sawit Kahuripan, PT Tunas Agro Subur Kencana I, PT Tunas Agro Subur Kencana II, PT Hutanindo Agro Lestari, PT Swadaya Sapta Putra, PT Karya Makmur Bahagia, PT Hutan Sawit Lestari, PT Bumi Hutan Lestari, PT Adhyaksa Darma Satya, serta PT Bangkitgiat Usaha Mandiri.
“Keberadaan perusahaan di wilayah pedalaman harus memberi dampak langsung bagi masyarakat sekitar. Infrastruktur jalan, merupakan kebutuhan mendasar yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian, serta akses pendidikan dan layanan kesehatan,”tegasnya.
Ia pun mendorong pola kemitraan seperti ini dapat diperluas ke kecamatan lain di Kotim. Sinergi antara pemerintah daerah dan swasta diyakini menjadi fondasi penting agar pembangunan tetap bergerak maju, sekaligus memastikan masyarakat di pelosok tidak tertinggal akibat keterbatasan anggaran.
“Perusahaan harus hadir memberi manfaat. Infrastruktur seperti jalan ini sangat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tandasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post