• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Soroti Wacana Pilkada Tak Langsung, Dewan Sebut Masih Tunggu Kejelasan Teknis

Soroti Wacana Pilkada Tak Langsung, Dewan Sebut Masih Tunggu Kejelasan Teknis

Senin, 26 Januari 2026
in DPRD Kotawaringin Timur
A A
Foto:Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Riskon Fabiansyah

Foto:Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Riskon Fabiansyah

Share on FacebookShare on Twitter

SAMPIT – Wacana pemilihan kepala daerah yang tidak lagi dilakukan secara langsung oleh masyarakat, melainkan melalui DPRD, kembali menjadi perhatian publik. Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Riskon Fabiansyah, menilai hingga saat ini belum ada kejelasan teknis terkait arah kebijakan tersebut, meski Mahkamah Konstitusi telah mengeluarkan putusan yang menjadi dasar diskursus.

Riskon menjelaskan bahwa jika mengacu pada putusan MK, terdapat dua isu besar yang masih menunggu kejelasan, yakni hubungan kewenangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, serta teknis pelaksanaan pemilihan kepala daerah ke depan.

Baca juga berita lainnya

Jaga Keseimbangan Pendidikan, DPRD Minta Daya Tampung Sekolah Negeri Tidak Ditambah Sembarangan

Produktivitas Sawah Terancam Jika Akses BBM Petani Masih Sulit

Harga Sawit Petani Jangan Dipermainkan, DPRD Kotim Desak Pengawasan PKS Diperketat

Bullying hingga Penyimpangan Perilaku Remaja Jadi Sorotan, DPRD Minta Program Pembinaan Diperkuat

“Kalau mengacu pada putusan MK, memang ada dua hal yang menjadi isu. Pertama terkait Pilkada antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dan yang kedua terkait teknis pelaksanaannya seperti apa. Informasi yang disampaikan oleh DPR RI sampai saat ini belum ada acuan pembahasan pembaruan PKPU, jadi kita masih menunggu bersama,” ujarnya, Senin 26 Januari 2026.

Ia menyebutkan, berdasarkan diskusi yang berkembang, terdapat beberapa metode yang berpotensi menjadi alternatif dalam pemilihan kepala daerah apabila pemilihan langsung tidak lagi diterapkan.

“Kalau mengacu pada putusan MK, ada tiga metode yang menjadi alternatif. Pertama pemilihan melalui DPRD, kedua melalui penunjukan oleh perwakilan pengurus partai pusat, dan ketiga melalui penunjukan oleh pemerintah pusat,” jelas Riskon.

Menurutnya, ketiga skema tersebut sejatinya bukan hal baru dalam sejarah demokrasi Indonesia. Riskon mengingatkan bahwa Indonesia telah melalui berbagai model pemilihan kepala daerah sejak era awal pemilu hingga masa Orde Baru.

“Semua hal itu sebenarnya sudah pernah kita lewati. Di awal pemilu kita pernah ditunjuk langsung oleh pemerintah pusat untuk kepala daerahnya, kemudian di masa Orde Baru ada juga penunjukan melalui Kementerian Dalam Negeri. Jadi ini bukan hal baru, kita hanya menunggu kejelasan petunjuk teknisnya saja,” katanya.

Ia menegaskan, hingga kini belum dapat dipastikan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung oleh masyarakat atau melalui perwakilan permusyawaratan di DPRD.

“Apakah nanti tetap diterapkan pemilihan langsung kepada masyarakat atau melalui perwakilan permusyawaratan yang ada di DPR, itu yang masih kita tunggu kejelasannya,” lanjutnya.

Riskon menilai, perdebatan mengenai sistem Pilkada sebenarnya sangat bergantung pada sudut pandang yang digunakan. Baik pemilihan langsung maupun tidak langsung sama-sama memiliki legitimasi keterwakilan rakyat.

“Ini tergantung sudut pandang. Kalau kita melihat secara substansi, sama-sama ada keterwakilan suara rakyat. Tinggal sudut pandangnya apakah melihat dari substansi hasil pemilunya atau dari kualitas hasil pemilihannya,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung perlunya evaluasi terhadap pelaksanaan Pilkada langsung yang selama ini berjalan. Menurutnya, terdapat sejumlah persoalan yang patut dikaji ulang, mulai dari pendanaan hingga kualitas hasil kepemimpinan yang dihasilkan.

“Kalau secara kualitas hasil pemilihan, mungkin memang banyak hal yang harus direvisi, dikoreksi, dan dievaluasi dari hasil Pilkada langsung. Pertama dari segi pendanaan, kemudian kualitas pemilihan kepala daerah secara langsung itu tidak serta merta menghasilkan kepala daerah yang benar-benar diinginkan oleh masyarakat,” tegas Riskon.

Meski demikian, Riskon juga mengakui bahwa Pilkada langsung memiliki dampak positif, salah satunya membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk maju sebagai calon kepala daerah.

“Dampak positifnya, ini menjadi peluang bagi semua tingkatan masyarakat untuk bisa maju sebagai kepala daerah. Ini salah satu kelebihannya, karena tidak membatasi dari latar belakang mana ketika ingin mencalon,” katanya.

Namun, ia menilai tantangan terbesar dari Pilkada langsung adalah kebutuhan modal politik yang tidak sedikit. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi bahan pertimbangan serius ke depan.

“Kalau dari segi modal, kita lihat sendiri, modalnya tidak sedikit untuk menjadi kepala daerah dengan kondisi zaman seperti sekarang. Mungkin ke depan memang perlu ada hal-hal yang dievaluasi,” pungkasnya.

Riskon menegaskan, DPRD Kotim saat ini masih menunggu arah kebijakan nasional serta regulasi teknis yang jelas sebelum mengambil sikap lebih jauh terkait sistem pemilihan kepala daerah ke depan.

(dia/matakalteng)

Share2Tweet1SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Ratusan Siswa Berprestasi Unjuk Kemampuan di SMPN 1 Sampit

Next Post

Layanan Akupuntur Gratis Warnai Reuni Akbar Alumni SMPN 1 Sampit

Berita Terkait

DPRD Kotawaringin Timur

Jaga Keseimbangan Pendidikan, DPRD Minta Daya Tampung Sekolah Negeri Tidak Ditambah Sembarangan

Selasa, 2 Juni 2026
DPRD Kotawaringin Timur

Produktivitas Sawah Terancam Jika Akses BBM Petani Masih Sulit

Selasa, 2 Juni 2026
DPRD Kotawaringin Timur

Harga Sawit Petani Jangan Dipermainkan, DPRD Kotim Desak Pengawasan PKS Diperketat

Senin, 1 Juni 2026
DPRD Kotawaringin Timur

Bullying hingga Penyimpangan Perilaku Remaja Jadi Sorotan, DPRD Minta Program Pembinaan Diperkuat

Senin, 1 Juni 2026
DPRD Kotawaringin Timur

Pancasila Jangan Hanya Jadi Hafalan, DPRD Kotim Dorong Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah

Senin, 1 Juni 2026
DPRD Kotawaringin Timur

Distribusi Solar Subsidi Dinilai Tak Adil, DPRD Kotim Soroti Ketimpangan Wilayah Utara

Jumat, 29 Mei 2026
Load More
Next Post

Layanan Akupuntur Gratis Warnai Reuni Akbar Alumni SMPN 1 Sampit

Wabup Kapuas Hadiri Musrenbang Kecamatan Mandau Talawang

Wakil Bupati Seruyan Hadiri HUT ke-25 BAZNAS Kabupaten Seruyan

Polda Kalteng Ajak Warga Putus Rantai Peredaran Narkotika

Pemprov Kalteng Matangkan Kartu Huma Betang Sejahtera, Targetkan Diluncurkan Februari 2026

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK