SAMPIT – Menjelang persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur menyoroti mandeknya bantuan pendanaan bagi cabang olahraga (Cabor) yang hingga kini belum dapat digunakan.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah, menyebut kondisi ini sebagai penghambat serius bagi pembinaan atlet di akhir tahun 2025. “Waktu yang semakin menipis harusnya dimanfaatkan untuk memaksimalkan latihan dan program pembinaan, bukan terhenti,” ujar Riskon, Sabtu 15 November 2025.
Ia menilai keterlambatan pencairan dana hibah dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) berdampak langsung pada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kotim yang belum bisa menyalurkan dukungan pembinaan ke cabor-cabor.
Situasi tersebut membuat program latihan harian, pengadaan peralatan, hingga rencana mengikuti try out terhenti. Menurutnya, kondisi ini tidak hanya memutus ritme latihan para atlet, tetapi juga dapat memengaruhi kesiapan Kotim dalam menghadapi Porprov 2026.
Karena itu, ia mendesak Dispora Kotim agar segera menyelesaikan proses administrasi dan mempercepat pencairan dana hibah tersebut. ‘Akibat utama dari situasi tersebut adalah KONI Kotim belum dapat menyalurkan dana pembinaan kepada cabor-cabor yang sesungguhnya sangat dibutuhkan,” tegasnya.
Riskon mengingatkan bahwa tanpa dukungan pendanaan tepat waktu, upaya meningkatkan prestasi daerah akan sulit dicapai. Dia berharap langkah percepatan segera dilakukan demi menjamin keberlanjutan latihan serta menjaga semangat para atlet menjelang kompetisi terbesar tingkat provinsi itu.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post