SAMPIT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim) meminta Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) yang baru dilantik, Umar Kaderi, agar segera menunjukkan kinerja yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus mampu mengelola anggaran daerah secara lebih efisien.
Sekretaris Komisi I DPRD Kotim, M Abadi, menilai jabatan Sekda memiliki posisi vital dalam mengoordinasikan seluruh perangkat daerah agar setiap kebijakan pembangunan berjalan tepat sasaran. Ia berharap Umar mampu menjadi penggerak utama sinergi lintas sektor di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotim.
“Sekda harus mampu membaca situasi dengan cepat dan menindaklanjuti berbagai persoalan masyarakat secara tepat. Selain itu, kehati-hatian dalam menyusun dan mengalokasikan anggaran juga menjadi kunci agar pembangunan benar-benar memberi manfaat,” ujar M Abadi, Sabtu 1 November 2025.
Abadi menambahkan, DPRD siap mendukung langkah-langkah strategis yang ditempuh oleh Pj Sekda, terutama dalam upaya menjaga efisiensi dan transparansi penggunaan anggaran di tengah tantangan fiskal yang semakin berat. Menurutnya, kehadiran Umar diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara eksekutif dan legislatif demi mempercepat realisasi program prioritas daerah.
Sebelumnya, Bupati Kotim Halikinnor resmi melantik Umar Kaderi sebagai Pj Sekda menggantikan Masri yang memasuki masa purna tugas. Dalam kesempatan itu, Halikinnor menyampaikan optimismenya terhadap kinerja Umar yang dinilai berpengalaman dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik.
“Beliau memiliki latar belakang hukum, pengalaman memimpin di beberapa dinas, dan saat ini juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan. Saya percaya kemampuan itu akan membantu beliau menjalankan peran Sekda dengan baik,” ucap Halikinnor.
Bupati juga menyoroti pentingnya penguatan kemandirian fiskal daerah menjelang kebijakan pengurangan dana transfer pusat tahun 2026. Ia meminta agar jajaran pemerintah daerah, termasuk Pj Sekda, dapat berinovasi dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat.
“Tantangan ke depan adalah bagaimana kita bisa beradaptasi dengan keterbatasan anggaran. Karena itu, perlu langkah-langkah strategis untuk menggali potensi daerah agar tetap mampu membiayai pembangunan,” tegas Halikinnor.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post