SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor memastikan pelantikan sejumlah pejabat struktural di lingkup Pemerintah Kabupaten Kotim telah selesai dilakukan. Ia menegaskan, proses pelantikan ini merupakan lanjutan dari gelombang sebelumnya dan seluruhnya telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Ya ini pelantikan yang kedua, jadi ini lanjutannya kemarin. Hari ini sudah semua sesuai ketentuan, karena saya tidak mau melantik kalau tidak sesuai ketentuan,” ujar Halikinnor, Sabtu 1 November 2025. Dia menjelaskan, bagi pejabat yang saat ini masih berstatus Pelaksana Tugas (Plt), pengisian jabatan definitif akan dilakukan melalui mekanisme lelang jabatan. Halikinnor menargetkan proses tersebut bisa dimulai pada pertengahan atau akhir November 2025.
“Nanti yang jabatan Plt itu kan ketentuannya kalau misalnya dari eselon III menjadi eselon II melalui lelang jabatan. Insya Allah pertengahan atau akhir November 2025 ini kita akan melaksanakan lelang jabatan tersebut, khususnya bagi pejabat yang sekarang diisi pelaksana tugas sementara ini,” tegasnya.
Sementara itu, terkait penunjukan Umar Kaderi sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim, Halikinnor menyebut keputusan tersebut telah melalui pertimbangan matang. Umar dinilai memiliki latar belakang yang kuat dan pengalaman luas di birokrasi, serta dinilai mampu menjalin komunikasi yang baik karena merupakan putra daerah.
“Saya berharap karena Pak Umar Kaderi ini memang basic-nya hukum dan juga dia tahu di bagian kesehatan. Harapan saya, dengan beliau sebagai penduduk asli orang Kotim, tepatnya Kecamatan Baamang, mungkin komunikasinya lebih mudah,” ujar Halikinnor.
Ia menambahkan, posisi Sekda definitif nantinya tetap harus diisi melalui proses lelang jabatan. Proses seleksi akan dilakukan secara objektif dan melibatkan panitia dari tingkat provinsi maupun pusat, bukan dari internal Kabupaten Kotim.
“Memang saat ini beliau masih menjadi Pj Sekda karena untuk mengisi posisi definitif harus melalui lelang jabatan. Sekda itu berlaku tidak hanya untuk penduduk Kotim, namun orang dari daerah lain pun bisa ikut lelang karena jabatan Sekda adalah jabatan tertinggi di daerah. Sehingga panitia seleksinya pun tidak ada dari kita, semuanya dari provinsi maupun pusat,” jelasnya.
Halikinnor menegaskan, penunjukan Umar Kaderi sebagai Pj Sekda didasari pada rekam jejak dan kompetensi yang telah terbukti. Umar disebut pernah memimpin di beberapa dinas dan memiliki pemahaman luas mengenai tata kelola pemerintahan daerah. “Pertimbangan saya memilih Pak Umar untuk menjabat sebagai Pj Sekda karena dia sudah cukup banyak pengalaman dan sudah pernah menjabat di beberapa dinas,” tutup Halikinnor.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post