SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Daerah Pemilihan (Dapil) III, Akhyanoor, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan pemerataan pembangunan di wilayah selatan, terutama sektor infrastruktur dan pendidikan yang masih tertinggal.
Hal itu disampaikan usai melaksanakan kegiatan reses di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan Teluk Sampit. Akhyanoor mengatakan, situasi keuangan daerah yang tengah mengalami pengurangan anggaran membuat pihaknya harus realistis dalam menyampaikan aspirasi masyarakat. Ia menegaskan tidak ingin memberi janji muluk yang sulit direalisasikan di tengah kondisi fiskal saat ini.
“Kita melihat situasi keuangan daerah yang memang sedang terbatas, jadi tidak mau memberikan janji besar kepada masyarakat. Apa yang sudah direncanakan, itu yang akan kita perjuangkan agar bisa benar-benar direalisasikan,” ujarnya, Sabtu 18 Oktober 2025.
Menurutnya, pembangunan akan difokuskan secara bertahap agar hasilnya lebih maksimal. Tahun 2026 direncanakan untuk wilayah Mentaya Hilir Selatan dan Teluk Sampit, kemudian dilanjutkan pada 2027 di Kecamatan Mentaya Hilir Utara dan Pulau Hanaut. “Kalau kita paksakan empat kecamatan sekaligus, nanti hasilnya tidak kelihatan. Jadi lebih baik bergiliran supaya pembangunan bisa benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Selama reses, Akhyanoor menerima banyak keluhan warga, terutama soal kondisi infrastruktur jalan dan fasilitas pendidikan. Ia menyebut, akses jalan menuju wilayah pertanian dan sekolah masih banyak yang rusak dan sulit dilalui, sehingga menghambat aktivitas ekonomi dan pendidikan.
“Yang paling banyak diminta warga adalah perbaikan jalan. Banyak jalan pertanian rusak, begitu juga akses menuju sekolah. Di Desa Rege, misalnya, Kepala Sekolahnya sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan tapi belum ada tanggapan dari Dinas Pendidikan,” ungkapnya. Dia berharap pemerintah daerah bisa segera menindaklanjuti aspirasi tersebut, mengingat fasilitas pendidikan di beberapa desa sudah tidak layak digunakan.
“Anak-anak di SDN 1 Rege itu belajar di pinggir jalan dengan fasilitas yang sangat terbatas. Meja dan kursinya pun banyak yang tidak layak. Harapan kita, ke depan sekolah-sekolah seperti ini bisa diperhatikan agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman,” tegas Akhyanoor.
Dengan hasil reses ini, ia berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat selatan agar mendapatkan perhatian yang sama seperti wilayah lain di Kotim. Menurutnya, pemerataan pembangunan adalah kunci agar tidak ada lagi kesenjangan antarwilayah di daerah tersebut.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post