SAMPIT – Presiden Republik Indonesia meresmikan secara virtual peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih Tahun Anggaran 2025, yang digelar serentak di seluruh Indonesia. Di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kegiatan ini dilaksanakan di Desa Eka Bahurui dan Kelurahan Baamang Barat.
Komandan Korem 102/Panju Panjung, Brigjen TNI Wimoko, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, peletakan batu pertama ini merupakan langkah awal dari program besar pemerintah dalam pemerataan ekonomi berbasis kerakyatan.
“Kemarin kita sama-sama menyaksikan ground breaking Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden kita. Untuk tahap pertama ini ada 800 titik yang diresmikan, dan ke depan akan ada sekitar 80.000 titik yang menyusul,” ujar Brigjen Wimoko, Sabtu 18 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, khusus di wilayah Kalimantan Tengah terdapat 25 titik pembangunan koperasi yang tersebar di beberapa daerah. Dari jumlah itu, dua titik berada di Kabupaten Kotim yakni di Desa Eka Bahurui dan Kelurahan Baamang Barat.
“Untuk di Kotim ada dua titik yang dimulai bersamaan, masing-masing di Baamang Barat dan Eka Bahurui. Di setiap lokasi akan dibangun gerai dan pergudangan dengan ukuran 20×30 meter yang nantinya menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat setempat,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Kotim Ahkyanoor yang hadir mewakili Ketua DPRD Kotim menyambut baik program tersebut. Ia menilai pembangunan koperasi Merah Putih akan menjadi langkah nyata dalam mendorong pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Alhamdulillah, kami menyaksikan langsung peletakan batu pertama koperasi Merah Putih ini. Mudah-mudahan apa yang menjadi hajat pemerintah dan seluruh pemimpin bangsa ini benar-benar membuahkan hasil bagi masyarakat,” ujar Ahkyanoor.
Ia berharap, keberadaan koperasi Merah Putih dapat membuka peluang ekonomi baru, terutama bagi masyarakat di wilayah pelosok. Dengan demikian, kesenjangan antarwilayah di Kotim bisa semakin berkurang.
“Kita ingin tidak ada lagi istilah daerah tertinggal di Kotim. Baik masyarakat di wilayah utara maupun selatan, semua bisa merasakan pemerataan ekonomi. Semoga koperasi ini menjadi awal perubahan besar bagi kesejahteraan warga kita,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post