SAMPIT – Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Dadang H Syamsu menyoroti masih rendahnya kultur kerja dan kemampuan akademik pekerja lokal. Hal ini menurutnya menjadi penyebab utama tingginya angka pengangguran serta minimnya kesempatan putra daerah menduduki posisi strategis di perusahaan swasta.
“Faktor ini yang menjadi hambatan putra putri daerah kita bisa bersaing dan menguasai jabatan penting di sektor swasta. Kultur kerja harus diubah sehingga bisa menapaki karir secara maksimal di perusahaan-perusahaan yang ada di Kotim,” ujarnya, Kamis 25 September 2025.
Dadang menilai masih banyak tenaga kerja lokal yang enggan meningkatkan kemampuan diri. Bahkan, ada sebagian yang beranggapan tidak perlu meningkatkan kualitas SDM lantaran perusahaan berdiri di atas tanah milik keluarga setempat.
Ia pun mendorong Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kotim agar berperan aktif memperkuat kapasitas karyawan melalui kolaborasi dengan dunia usaha.
“Terutama bagi masyarakat lokal, sehingga pemberdayaan tenaga kerja lokal tidak hanya berimplikasi pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga memberi peluang mendapatkan posisi strategis di perusahaan,” jelasnya.
Menurutnya, upaya ini tidak cukup hanya dengan pelatihan, melainkan harus diikuti dengan monitoring terhadap calon tenaga kerja pasca-pelatihan.
“Dari sisi regulasi, kita sudah bentengi tenaga kerja lokal ini wajib diprioritaskan minimal 50 persen di setiap unit usaha yang ada, asalkan sesuai dengan kemampuan dan kecakapan yang dimiliki,” tegas Dadang.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post