SAMPIT – Hasil pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan Puskesmas Baamang I terhadap lebih dari enam ribu pelajar SMP, SMA, hingga madrasah di Kotawaringin Timur (Kotim) mengungkap fakta mengejutkan. Remaja yang mestinya masih sehat justru banyak ditemukan mengalami hipertensi, diabetes, hingga gangguan kejiwaan.
Sekretaris Komisi III DPRD Kotim, Langkap, menilai temuan itu sebagai tanda bahaya serius.
“Hipertensi, diabetes melitus, itu muncul karena gaya hidup. Terlalu sering makan junk food, konsumsi gula berlebihan, kurang tidur, dan minim aktivitas fisik. Walaupun usia masih muda, kalau gaya hidupnya salah, penyakit itu pasti datang,” katanya, Senin 15 September 2025.
Ia menambahkan, pola hidup generasi saat ini berbeda jauh dengan sebelumnya. Remaja lebih sering nongkrong hingga larut malam di kafe, mengonsumsi minuman manis berlebihan, serta terbiasa jajan di luar sekolah. Padahal pemerintah sudah menyiapkan kantin sehat, tetapi anak-anak lebih memilih gorengan atau makanan instan.
“Kalau dulu orang tua selalu membekali anak dengan bekal dari rumah, sekarang banyak yang langsung memberi uang. Anak akhirnya beli makanan yang tidak sehat, bahkan keluar sekolah untuk jajan,” ujarnya.
Langkap menegaskan keluarga memegang peranan penting untuk menekan kebiasaan buruk tersebut. Orang tua diharapkan membiasakan anak membawa bekal sehat dari rumah agar pola makan bergizi bisa terbentuk sejak dini.
“Didikan dari rumah sangat penting. Dari situ pola makan sehat anak bisa terbentuk,” tambahnya.
Politisi ini mengingatkan, jika persoalan kesehatan remaja diabaikan, generasi muda Kotim akan semakin rentan terserang penyakit kronis.
“Ini bukan hanya soal kesehatan, tapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia Kotim ke depan,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post