SAMPIT – Putusnya jembatan gorong-gorong di Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), membuat aktivitas masyarakat lumpuh. Tidak hanya pelajar yang kesulitan berangkat sekolah, kendaraan angkutan hasil kebun juga terpaksa menempuh jalur lebih jauh hingga 15 kilometer.
Camat Telaga Antang, Sudar, mengatakan jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Beringin Agung, Desa Agung Mulya, dan Desa Tanjung Harapan kini tak bisa digunakan setelah hujan deras semalaman mengikis tanah di gorong-gorong.
“Memang benar jalan penghubung antar desa putus. Akibatnya kendaraan, terutama truk pengangkut sawit, tidak bisa melintas,” ujarnya, Senin 15 September 2025.
Ia menjelaskan, jalan tersebut berada di dataran rendah kawasan kebun masyarakat. Air hujan yang menggenang mengalir deras melalui gorong-gorong hingga merusak penahan jembatan.
“Sekarang truk harus lewat jalan poros di kilometer 10, jaraknya sekitar 15 kilometer lebih jauh,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menyebut banjir kali ini tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga merusak infrastruktur penting.
“Arus deras menghanyutkan tanah penahan jembatan sehingga jalur tersebut putus,” jelasnya.
Sebagai langkah darurat, pemerintah kecamatan bersama warga bergotong royong memperbaiki jalur menggunakan kayu agar bisa dilalui sementara. Namun solusi permanen tetap diharapkan.
“Kami sudah melaporkan kondisi ini ke Kepala Dinas SDABMBKPRKP. Harapannya bisa segera diperbaiki melalui anggaran perubahan tahun ini. Kalau tidak memungkinkan, semoga masuk anggaran murni 2026,” tandas Sudar.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post