SAMPIT – Banjir yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) merendam tujuh kecamatan dan 20 desa. Meski akses transportasi terganggu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan melalui kesiagaan tenaga medis serta distribusi obat hingga ke desa-desa terdampak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, mengatakan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan telah disiagakan.
“Kami sudah menginstruksikan petugas kesehatan untuk standby di faskes. Jadi, jika masyarakat memerlukan pelayanan bisa langsung ditangani tanpa harus menunggu,” ujarnya, Senin 15 September 2025.
Ia menambahkan, pihaknya juga telah menyalurkan obat-obatan dan bahan medis habis pakai ke wilayah terdampak banjir. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kendala distribusi akibat jalan yang terputus. .
“Obat-obatan dan bahan medis sudah disiapkan di desa. Jadi meskipun akses transportasi terkendala, pelayanan kesehatan tidak akan terganggu,” jelasnya.
Menurut Nugroho, penyakit yang sering timbul saat banjir antara lain gatal-gatal, penyakit kulit, dan diare akibat air bersih tercampur dengan air kotor.
“Penyakit kulit dan diare ini paling banyak ditemukan saat banjir. Kami minta masyarakat menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar tidak mudah tertular,” katanya.
Selain itu, ia juga menyoroti risiko kesehatan mental yang dialami masyarakat. Aktivitas warga yang terganggu akibat banjir bisa memicu stres.
“Banjir tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga psikis. Ini juga harus diwaspadai,” tandasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post