SAMPIT – Kedatangan jemaah haji asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun 1446 H disambut penuh haru dan syukur di Bandara H. Asan Sampit, Rabu 25 Juni 2025.
Salah satu yang turut hadir menyambut adalah Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kotim, Rudianur. Ia menyampaikan apresiasi sekaligus sejumlah catatan penting untuk pelaksanaan ibadah haji ke depan.
“Selamat datang di rumah bagi seluruh jemaah haji asal Kotim tahun 2025. Mudah-mudahan semua menjadi haji yang mabrur dan hajah yang mabrurah,” ucap Rudianur dalam sambutannya di lokasi penyambutan, Rabu 25 Juni 2025.
Ia menilai bahwa keberangkatan dan kepulangan jemaah ini adalah bagian dari ibadah panjang yang patut disyukuri bersama.
Namun demikian, Rudianur tak menampik adanya sejumlah masukan yang diterima pihaknya dari para jemaah terkait proses pendampingan dan pelayanan selama di tanah suci.
Ia berharap pemerintah daerah, khususnya Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Daerah (PPIHD), bisa melakukan evaluasi agar penyelenggaraan haji tahun berikutnya lebih optimal.
“Kami dari jajaran legislatif siap memberikan dukungan dalam bentuk regulasi dan kebijakan anggaran. Tapi kami mendorong agar pelayanan untuk jemaah haji asal Kotim tahun depan bisa lebih ditingkatkan lagi,” tegasnya.
Rudianur menyebutkan bahwa beberapa keluhan yang diterimanya berkaitan dengan informasi teknis yang kurang cepat diterima jemaah, serta kurangnya pendampingan dalam momen-momen tertentu selama pelaksanaan ibadah.
“Informasi sering kali datang terlambat. Ini yang membuat beberapa jemaah merasa kesulitan dalam menjalankan rangkaian ibadah. Pendampingan juga kadang tidak maksimal, padahal ini sangat penting, terutama bagi jemaah lansia,” ujarnya.
Ia berharap agar masukan-masukan ini menjadi bahan perbaikan konkret, mulai dari proses bimbingan manasik di daerah, keberangkatan, saat di tanah suci, hingga kepulangan. DPRD menurutnya siap mendorong sinergi lebih kuat antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan pihak-pihak terkait lainnya.
“Kita ingin tahun depan pelayanan untuk jemaah kita menjadi lebih cepat, tanggap, dan menyeluruh. Karena ini menyangkut ibadah yang sangat mulia. Sudah seharusnya pemerintah daerah hadir secara penuh untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran jemaah dalam beribadah,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post