SAMPIT – Keberadaan kendaraan operasional milik perusahaan yang menggunakan pelat nomor luar daerah menjadi sorotan serius Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Wahito Fajriannor.
Praktik ini dinilai menyebabkan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena potensi pajak yang seharusnya masuk ke kas daerah justru lari ke provinsi lain.
“Banyak perusahaan yang beroperasi penuh di Kotim, tetapi kendaraan mereka masih menggunakan pelat luar daerah. Ini membuat sektor opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tidak tergarap maksimal dan merugikan daerah,” kata Fajriannor, Rabu 25 Juni 2025.
Menurutnya, kendaraan-kendaraan berat seperti truk pengangkut CPO dan kontainer kerap melintas di jalan-jalan utama Kotim, namun kontribusinya terhadap pembangunan justru minim.
Ia mencontohkan kerusakan di Jalan HM Arsyad menuju Pelabuhan Bagendang yang semakin parah akibat kendaraan bermuatan berlebih.
“Jalan rusak, bahkan sudah menyebabkan beberapa kecelakaan. Tapi perusahaan yang memakai jalan itu tidak memberikan kontribusi setimpal. Kalau kendaraan itu pelat luar, jelas PAD kita tidak mendapat bagian,” ujarnya.
Fajriannor mendesak pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk menertibkan penggunaan pelat luar oleh perusahaan. Menurutnya, penegakan aturan ini penting untuk menjaga keadilan fiskal dan memastikan perusahaan tidak hanya mengambil manfaat dari daerah, tetapi juga berkontribusi nyata.
Tak hanya itu, politisi ini juga mendorong upaya lebih luas dalam meningkatkan PAD. Ia menyebut sektor-sektor lain seperti pengembangan BUMD dan pariwisata harus menjadi perhatian serius.
“BUMD harus dijadikan instrumen strategis untuk menambah PAD jika dikelola secara profesional. Sementara sektor pariwisata bisa dikembangkan jadi sumber pendapatan sekaligus promosi produk unggulan lokal,” jelasnya.
Ia menambahkan, peningkatan PAD akan berdampak langsung pada layanan publik dan pembangunan di daerah.
“Kalau PAD naik, maka pemerintah daerah bisa lebih leluasa membangun infrastruktur, meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan, serta menyejahterakan masyarakat,” tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post