SAMPIT – Dugaan pencemaran Sungai Mentaya akibat tumpahan limbah minyak mengundang perhatian serius dari DPRD Kotawaringin Timur (Kotim). Anggota DPRD Kotim dari Dapil Mentawa Baru Ketapang, Sihol Parningotan Lumban Gaol, menilai keresahan warga yang tinggal di bantaran sungai harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah melalui dinas terkait.
“Keresahan warga yang tinggal di pinggiran Sungai Mentaya akibat pencemaran limbah minyak kapal atau lainnya tentu perlu segera ditindaklanjuti oleh dinas yang membidanginya,” ujar Lumban Gaol, Rabu 30 April 2025.
Ia menekankan pentingnya langkah cepat untuk menjaga kelestarian ekosistem sungai. Menurutnya, Sungai Mentaya memiliki fungsi vital bagi masyarakat, tidak hanya sebagai jalur transportasi utama, tetapi juga sebagai sumber bahan baku air bersih yang diolah oleh PDAM Sampit.
“Karena itu, menjaga kualitas airnya harus menjadi prioritas utama pemerintah,” tegasnya.
Ia mendorong agar dinas terkait segera menelusuri sumber pencemaran dan melakukan penindakan tegas terhadap pelaku pencemaran.
“Pemerintah harus bertindak konkret, bukan hanya menunggu laporan. Penelusuran sumber limbah dan langkah hukum perlu segera dijalankan,” pungkasnya.
Sebelumnya, warga di sekitar Sungai Mentaya, tepatnya kawasan Jalan Iskandar, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, digegerkan oleh kondisi air sungai yang berubah warna dan berbau menyengat. Ahmad Khusaini, warga setempat, mengungkapkan keresahannya atas dampak limbah terhadap aktivitas harian mereka.
“Kami sebagai masyarakat yang tinggal di tepi sungai ini, biasanya mencuci dan bahkan mandi di sungai, menjadi sangat dirugikan,” kata Ahmad.
Ia mengatakan kondisi air yang tercemar membuat warga tidak nyaman dan khawatir terhadap dampaknya bagi kesehatan.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post