SAMPIT – Pelaksanaan MTQ ke-56 tingkat Kecamatan Baamang membuka mata banyak pihak akan kondisi Gedung Expo Baamang Barat yang untuk pertama kalinya difungsikan sebagai lokasi acara.
Anggota DPRD Kotawaringin Timur dari Dapil II, Syahbana, menyatakan keprihatinannya setelah melihat langsung kondisi bangunan yang belum sepenuhnya siap digunakan. Sehingga ia meminta agar gedung ekspor ini diperbaiki secara bertahap oleh pemerintah.
“Kami melihat langsung saat pembukaan MTQ, dan ini mungkin pertama kalinya gedung ini digunakan. Walaupun sudah lama selesai dibangun, kenyataannya belum benar-benar fungsional,” ujar Syahbana, Sabtu 26 April 2025.
Ia menilai, fasilitas di dalam gedung belum memadai untuk kegiatan besar seperti MTQ. Bahkan pasca diguyur hujan lebat di hari pertama pelaksanaan MTQ 26 April 2025 sejak dini hari, kondisi gedung Expo dipenuhi genangan air akibat gedung yang bocor.
Panitia pelaksana terpaksa melakukan gotong royong Sejak pagi sebelum dimulainya acara untuk setidaknya bisa mengurangi genangan agar bisa dilanjutkan untuk arena perlombaan.
Namun demikian, pihaknya melihat ini sebagai momentum awal untuk mendorong perhatian lebih terhadap pemanfaatan aset daerah tersebut.
“Ini akan menjadi catatan kami di DPRD. Dalam waktu dekat kami akan rapat dan membahas langkah perbaikan. Gedung ini perlu kita perjuangkan anggarannya, agar tidak menjadi aset terbengkalai,” tegasnya.
Syahbana menyebut, meskipun dari sisi kelengkapan fasilitas Gedung Expo masih kalah dengan gedung serbaguna, namun dari sisi potensi dan daya tampung lahan justru lebih menjanjikan.
“Kalau dibandingkan dengan gedung serbaguna, halaman Gedung Expo ini jauh lebih luas. Ini sebenarnya bisa menjadi tempat yang sangat representatif kalau fasilitasnya dilengkapi,” jelasnya.
Menurutnya, anggaran pembangunan gedung ini sudah cukup besar, sehingga sangat disayangkan jika dibiarkan tanpa kejelasan fungsi. Ia menambahkan, ke depan gedung tersebut bisa menjadi ruang serbaguna yang memberi kontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD) jika fasilitasnya dilengkapi.
“Secara pribadi dan sebagai wakil Dapil Baamang, kami akan berdiskusi dengan dinas teknis terkait. Kami akan dorong agar anggaran perbaikan dikucurkan bertahap. Gedung ini megah, halaman luas, tinggal kita lengkapi agar layak pakai,” tutupnya.
Sementara itu, Camat Baamang Sufiansyah menjelaskan alasan pemilihan Gedung Expo sebagai lokasi MTQ karena selama ini bangunan tersebut tidak termanfaatkan dengan baik. Ia berharap, melalui kegiatan MTQ ini, gedung tersebut bisa digunakan secara lebih luas oleh masyarakat.
“Gedung ini tidak termanfaatkan dengan baik, padahal sudah dibangun. Kami ingin agar masyarakat bisa menggunakannya, supaya dana yang sudah dikeluarkan tidak sia-sia,” kata Sufiansyah.
Ia menyebut pemanfaatan gedung yang kebetulan berada di wilayahnya ini, untuk MTQ dilakukan atas izin lisan dari Bupati dan surat tertulis dari panitia kepada Disperdagin dan Dispora. Adapun pemasangan listrik serta pembukaan jalan menuju lokasi dilakukan secara swadaya oleh KNPI, Pemuda Muhammadiyah, dan UMKM Harati.
“Alhamdulillah sudah disetujui dan kami manfaatkan untuk MTQ tingkat kecamatan ini. Tapi untuk MTQ tingkat kabupaten nanti, kemungkinan akan digelar di stadion karena memerlukan tempat yang jauh lebih luas,” imbuhnya.
Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada BPBD yang sebelum pelaksanaan MTQ telah menurunkan tiga Armada untuk membantu penyemprotan gedung agar lebih bersih.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post