SAMPIT – Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, mengandalkan 8 cabang lomba dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 tingkat kecamatan yang nantinya diwakilkan di tingkat kabupaten.
MTQ di Kecamatan Baamang yang dipusatkan di Kelurahan Baamang Barat ini menjadi momen penting bagi Kecamatan Baamang karena selain sebagai ajang seleksi kafilah, wilayah ini juga ditunjuk sebagai tuan rumah MTQ tingkat kabupaten.
“Alhamdulillah pembukaannya tadi malam berjalan lancar. Kegiatan ini dihadiri staf ahli Bupati, anggota DPRD, Forkopimcam, lurah, dan kepala desa. Ini jadi langkah awal seleksi peserta terbaik dari kecamatan Baamang,” kata Camat Baamang, Sufiansyah, Sabtu 26 April 2025.
Ia menyebut, ada delapan cabang lomba yang saat ini diunggulkan sebagai andalan Kecamatan Baamang. Cabang tersebut antara lain Tartil, Tilawah Anak, Remaja, Dewasa, Tahfidz, Syarhil Qur’an, Bintang Vokalis, dan Pawai Ta’aruf. Kedelapan cabang ini diprioritaskan untuk mencetak juara tingkat kabupaten.
“Kami menargetkan juara satu di delapan cabang ini, tapi secara keseluruhan tetap akan melengkapi seluruh 82 cabang yang dipertandingkan di tingkat kabupaten nanti,” jelasnya.
Pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan juga sekaligus menjadi bahan evaluasi kesiapan peserta, baik dari sisi kemampuan maupun mental lomba. Hasilnya akan menjadi pertimbangan dalam menyusun kafilah Kecamatan Baamang nantinya.
Menurutnya, menjadi tuan rumah memberikan semangat tersendiri untuk tampil maksimal. Meski Kecamatan MB Ketapang kerap menjadi juara umum karena jumlah pesertanya paling banyak, Baamang optimistis bisa bersaing.
“Kami realistis, target kami bisa juara dua. Tapi semangat peserta kami sangat besar karena ini juga jadi kebanggaan sebagai tuan rumah,” lanjutnya.
Ia juga menekankan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan media syiar Islam dan pembinaan karakter generasi muda melalui Al-Qur’an.
“Kami ingin dari MTQ ini lahir generasi yang cinta Al-Qur’an dan mampu menjadi pelopor kebaikan di lingkungan masing-masing,” pungkas Sufiansyah.
Sementara Anggota DPRD Kotim Dapil II, Syahbana, yang turut hadir dalam pembukaan mengapresiasi pelaksanaan MTQ sebagai wadah penjaringan generasi Qur’ani.
“Kami berterima kasih kepada panitia MTQ yang sudah mengundang. Tentu harapan kita dari kegiatan ini akan lahir generasi penerus yang kuat dalam keislaman, yang nantinya mewakili kecamatan di tingkat kabupaten,” ucapnya.
Menurutnya, proses MTQ bukan hanya seremonial, tapi membutuhkan kerja keras semua pihak, termasuk panitia dan para pembina. Ia berharap kegiatan ini bisa benar-benar menyaring peserta terbaik dari Kecamatan Baamang.
“Ini proses panjang. Panitia harus bekerja keras dalam penjaringan dan pembinaan, agar hasil MTQ kali ini benar-benar maksimal saat dibawa ke tingkat selanjutnya,” tutup Syahbana.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post