SAMPIT – Seluruh fraksi di DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyatakan persetujuan terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kotim Tahun 2025–2029 yang diajukan oleh Bupati Kotim.
Hal itu disampaikan dalam rapat paripurna dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap dokumen RPJMD yang digelar Senin 21 April 2025 di ruang rapat DPRD Kotim.
Dalam penyampaiannya, masing-masing fraksi menyatakan dukungan terhadap arah kebijakan pembangunan yang dirancang dalam dokumen RPJMD lima tahunan tersebut. Salah satu fraksi yang menyatakan persetujuan adalah Fraksi Partai Gerindra.
Dalam pandangan umumnya, Fraksi Gerindra menegaskan bahwa RPJMD ini merupakan bentuk penjabaran visi Bupati dan Wakil Bupati, yakni “Sejahtera, Bermartabat, Maju dan Berkelanjutan”.
“Fraksi Partai Gerindra menyampaikan beberapa usulan dan saran untuk menjawab berbagai tuntutan pembangunan Kabupaten Kotawaringin Timur di masa kini dan mendatang,” ucap Akhyanoor selaku juru bicara Fraksi Gerindra, Senin 21 April 2025.
Di bidang kesehatan, Fraksi Gerindra mengusulkan agar Pemerintah Daerah meningkatkan status Rumah Sakit Pratama yang berada di Kecamatan Parenggean dan Mentaya Hilir Selatan menjadi rumah sakit tipe D, lengkap dengan empat spesialis dasar.
Selain itu, mereka mendorong pemerintah menggandeng investor swasta di sektor pelayanan kesehatan guna mengatasi kapasitas RSUD dr. Murjani Sampit yang sudah melebihi batas optimal.
“Kami juga menyoroti pentingnya strategi pembangunan yang mendukung kesehatan dan produktivitas lansia, mengingat peningkatan angka umur harapan hidup (UHH) yang kini mencapai 74,38 tahun. Ini perlu diikuti dengan kebijakan perlindungan sosial yang tepat,” tambahnya.
Masalah stunting juga menjadi perhatian. Dengan prevalensi stunting di Kotim masih berada di angka 19,08 persen pada 2024, yang melampaui target nasional sebesar 14 persen, Fraksi Gerindra mendorong penguatan layanan kesehatan dasar, promosi kesehatan, dan konsultasi gizi bagi pasangan pranikah, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Di sektor pendidikan, Fraksi Gerindra mengacu pada data piramida penduduk yang menunjukkan dominasi kelompok usia 0–19 tahun,”tegasnya.
Dengan data tersebut, mereka mendesak pemerintah untuk menyediakan infrastruktur pendidikan yang berkualitas, terjangkau, dan mudah diakses oleh masyarakat di seluruh wilayah Kotim.
Sementara itu, untuk isu kemiskinan, Fraksi Gerindra menilai perlunya penanganan serius dan terpadu mengingat tingginya jumlah penduduk Kotim yang mencapai 443.359 jiwa. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Kotim juga tercatat menempati urutan teratas untuk angka kemiskinan di Kalimantan Tengah.
Oleh karena itu, mereka meminta agar pendekatan penanganan melibatkan lintas sektor, termasuk tokoh agama dan masyarakat, dalam program sosial, ekonomi, dan budaya.
“Dengan sejumlah catatan tersebut, Fraksi Gerindra berharap RPJMD 2025–2029 tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, melainkan benar-benar diimplementasikan secara nyata dan berpihak pada kepentingan masyarakat secara luas,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post