SAMPIT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meminta agar pihak Pertamina melakukan pengawasan terhadap agen-agen elpiji bersubsidi khususnya yang berada di wilayah pelosok sehingga harga elpiji tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
“Karena saat ini di perkotaan saja berdasarkan laporan ada yang menjual di atas HET dengan mengecer di warung-warung. Padahal berdasarkan ketentuan 1 NIK hanya boleh membeli satu gas saja di pangkalan,” ujar Anggota DPRD Kotim Hendra Sia, Sabtu 1 Februari 2025.
Apalagi lanjutnya, di wilayah pelosok yang tentunya akan ada tambahan biaya transportasi terutama menjelang Ramadan 2025 ini yang disinyalir akan menjadi awal melonjaknya permintaan gas elpiji bersubsidi.
“Pengawasan ini penting dilakukan terutama di wilayah pelosok agar memastikan masyarakat tetap mendapatkan gas elpiji dengan harga yang sesuai ketentuan, karena jika tidak ada pengawasan yang ketat dikhawatirkan harga gas elpiji melonjak signifikan pada bulan Ramadan mendatang,” tegasnya.
Dirinya juga meminta agar pihak-pihak terkait mengambil langkah tegas jika menemukan ada pangkalan nakal. Masyarakat juga diminta membantu pengawasan agar potensi permainan harga oleh oknum tertentu dapat dicegah.
“Terutama untuk gas elpiji 3 kg yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu harus diawasi secara ketat dalam pendistribusiannya, agar subsidi ini benar-benar dinikmati oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post