SAMPIT – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kotawaringin Timur (Kotim) Diana Setiawan menyampaikan, dalam perayaan semarak HUT Kabupaten Kotim ke 72 dan MPP kedua pihaknya sengaja melibatkan UMKM dalam pelaksanaan belajar serta organisasi kepemudaan guna meningkatkan kunjungan masyarakat.
“Organisasi dan UMKM harus ikut karena kita saat ini membuka pelayanan yang menyesuaikan dengan perkembangan zaman hal ini juga dapat menjadi daya tarik masyarakat untuk mengunjungi MPP,” ujarnya, Sabtu 1 Februari 2025.
Lanjutnya, melalui pelaksanaan bazar ini juga dimaksudkan untuk memperkenalkan layanan-layanan dan fungsi MPP kepada masyarakat. Yakni dalam semarak HUT Kotim dan HUT MPP, selain Bazar UMKM, juga ada Bazar Kuliner, Senam Zumba, Lomba Mewarnai, Lomba Karaoke Pop Solo, Lomba Akustik Seminar, dan Panggung Hiburan.
“Peserta kurang lebih 40 UMKM Lokal yang ada di Kotim dan berkolaborasi dengan 13 Organisasi Kepemudaan, Perguruan Tinggi dan Developer. Kemudian, pada 5 Februari 2025, DPMPTSP akan bekerjasama dengan GRAB ndonesia melaksanakan sosialisasi Mitra Grab di MPP,”bebernya.
Disebutkannya, saat ini ada 34 OPD vertikal maupun pemkab Kotim yang membuka pelayanan di MPP. Yang mana saat ini terjadi peningkatan kunjungan, lantaran sudah banyak masyarakat yang mengetahui pelayanan di MPP.
“Kami juga rutin melakukan sosialisasi layanam di 17 Kecamatan yang ada Jadi kami selalu menyampaikan, akhirnya sekarang setiap hari ada kunjungan 200 hingga 300 ke atas. Itu pun kami batasi, karena seperti di BPJS pelayanannya sampai pukul 12.00 WIB saja,” ucapnya.
Sehingga menurutnya, BPJS Kesehatan per hari hanya melayani sekitar 70 pengunjung. Hal iti lantaran layanan di MPP tidak hanya melayani satu persoalan saja namun bisa sekaligus melakukan beberapa layanan. Sehingga layanan berbeda dibanding ketika mengunjungi dinas.
“Di MPP ini satu orang bisa 4 urusan, seperti layanan Disdiukcapil bisa sekaligus memberikan pelayanan KTP, pembuatan akte kelahiran hingga pembuatan akte kematian. Berbeda jika ke kantor Langsung biasanya hanya melakukan satu layanan lantaran memerlukan waktu sementara di MPP satu orang bisa mendapatkan berbagai pelayanan tanpa harus berpindah-pindah tempat. Sehingga kunjungan Disdukcapil sendiri bisa mencapai 100 kunjungan per hari,” tegasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post