SAMPIT – Anggota Komisi III DPRD kabupaten Kotawaringin Timur Dadang Siswanto menyarankan agar perpustakaan milik daerah mengkolaborasikan situasi kekinian agar menarik minat pengunjung terutama para generasi muda.
“Karena saat menghadiri peresmian gedung baru perpustakaan daerah Kotim kemarin ada hal menarik yang disampaikan oleh perwakilan Perpustakaan Nasional bahwa perpustakaan harus beradaptasi dengan situasi kekinian, dan kita mendukung hal tersebut,”ujarnya, Selasa 21 Januari 2025.
Dirinya mencontohkan, di era sekarang ini banyak generasi muda lebih memilih berkumpul di cafe atau Coffee Shop. Sehingga salah satu inovasi kreatif yang bisa dilakukan oleh perpustakaan yaitu membangun Coffee Shop di lingkungan perpustakaan.
“Sehingga melalui pembangunan ini diharapkan generasi muda selain menyalurkan hobinya untuk berkumpul bersama teman sejawat juga sekaligus bisa meningkatkan literasinya,”ucap Dadang.
Menurutnya, hal-hal menarik semacam ini akan menjadi magnet tersendiri terutama bagi anak muda untuk mengunjungi perpustakaan daerah.
Terpisah salah seorang pelajar yang mengunjungi perpustakaan daerah kabupaten Kotim Zaki mengatakan, keberadaan gedung baru di Jalan Jendral Sudirman Km 5,5 ini sangat membantu pembelajaran. Dimana bisa menambah media literasi dan menambah pengetahuan.
“Kami juga bisa membaca-baca bukan cuma tentang pembelajaran yang dibahas sekolah saja tetapi tentang pengetahuan umum seputar negara ini, seperti sistem pemerintahan, yang tadi saya sempat baca juga tentang sistem pajak PPN dan lain-lain,”bebernya.
Menurutnya, fasilitas di dalam perpustakaan sendiri sudah cukup memadai baik itu dari pencahayaan yang mendukung untuk melakukan literasi di dalam gedung, maupun fasilitas lainnya seperti komputer meja dan kursi serta kamar mandi yang bersih.
“Memang untuk kelengkapan bukunya saya belum mengeksplore keseluruhan perpustakaan ini, namun untuk koleksi buku pembelajaran di sekolah sudah cukup lengkap,”kata Zaki.
Pelajar kelas 11 di SMAN 4 Sampit ini menilai, kedepan dalam hal pembelajaran di sekolah kemungkinan akan mencari bahan-bahan atau materi-materi baru. Dimana beberapa mata pelajaran atau beberapa bab yang akan mengharuskan mencari sumber baru.
“Dan menurut saya keberadaan perpustakaan ini bisa kami manfaatkan untuk hal tersebut, kami bisa mencari bahan bacaan baru untuk menambah materi kami, sehingga bukan hanya bersumber dari perpustakaan sekolah saja tapi kami langsung di backup perpustakaan milik daerah,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post