SAMPIT – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Marudin mengusulkan adanya pelatihan khusus untuk pegawai RSUD dr Murjani Sampit untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Usulan itu ia sampaikan menanggapi banyaknya keluhan masyarakat yerkait pelayanan yang diberikan rumah sakit. Bahkan aduan itu sudah masuk ke komisi III yang membidangi masalah ini.
“Belum lama ini kami juga sudah melakukan rapat dengan KPK. Salah satu fokus pembahasan dalam rapat tersebut adalah evaluasi terhadap standar pelayanan minimal di berbagai sektor, termasuk rumah sakit di Kotim ini,” bebernya, Jumat 18 Oktober 2024.
Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan pantauan KPK, tingkat kepuasan publik terhadap RSUD dr Murjani Sampit mengalami penurunan sebesar 2 persen.
“Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat saat ini kurang puas terhadap kinerja Rumah Sakit khususnya pelayanan yang berada di bagian front office. Dan ini menjadi PR kedepannya bagimana penilaian masyarakat bisa berubah,” ungkapnya.
Karena menurutnya, keluhan masyarakat banyak ditujukan pada sikap petugas, baik dalam cara menjawab pertanyaan maupun bahasa tubuh yang tidak ramah. Keluhan-keluhan semacam ini sering kali muncul di media sosial, sehingga berdampak negatif pada citra rumah sakit.
Sebagai langkah perbaikan, dirinya mengusulkan untuk mengalokasikan anggaran pada 2025 untuk memberikan pelatihan khusus kepada petugas front office RSUD dr Murjani. Pelatihan tersebut akan menghadirkan tenaga ahli profesional guna melatih komunikasi efektif dan pelayanan ramah kepada pengunjung.
“Walaupun informasi yang diberikan kadang mengecewakan, seperti ruang perawatan penuh, petugas tetap harus menyampaikan dengan cara yang baik. Misalnya, bisa dipasang pengumuman di depan untuk meminimalisir kekecewaan pengunjung,” jelas Marudin.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post