SAMPIT – Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kotawaringin Timur Riskon Fabiansyah menyoroti perkembangan BUMD di Kotim yang dinilai masih jauh dari capaian target yang diharapkan.
“Kami mohon agar ada penjelasan terkait dengan laporan perkembangan kerja BUMD. Sampai saat ini sudah sejauh mana, terutama setelah penyertaan modal daerah yang diberikan kepada BUMD,” ujarnya, Jumat 18 Oktober 2024.
Karena lanjutnya, melihat yang terpotret dalam penerimaan daerah pada Dashboard Bappenda pada Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan baru mencapai Rp 884.053.831 atau 6,9% dari target anggaran Rp 12.809.375.600.
“Mohon penjelasannya karena keterangannya tertera (Lembaga keuangan)apakah yang di maksud adalah Bank Kalteng, sedangkan dari BUMD yang lain tidak di sebutkan,” tegasnya.
Menurutnya, pemerintah harus mempublikasikan pendapatan dari BUMD dan dapat menyumbang PAD berapa persen. Mengingat penyertaan modal pada BUMD ini tidaklah sedikit sehingga pemerintah seharusnya tidak hanya mempublikasikan bentuk BUMD itu saja namun juga besaran laba yang diterima selama beroperasi.
“Kita berharap agar pemerintah daerah memberikan penjelasan yang lebih komprehensif mengenai kinerja BUMD, termasuk rencana dan langkah-langkah yang akan diambil untuk meningkatkan kontribusi mereka terhadap pendapatan daerah,” tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post