SAMPIT – Anggota DPRD kabupaten Kotawaringin Timur Mariani, turut menyoroti dugaan penyaluran beasiswa gerbang mentaya yang tidak tepat sasaran bahkan diduga dinikmati oleh warga dari luar Kotim.
“Informasi itu kita dapatkan pada saat melangsungkan audiensi dan penyampaian aspirasi dari perwakilan mahasiswa di DPRD Kotim bersama pemerintah setempat,”ujarnya, Jumat 11 Oktober 2024.
Menurutnya, dari apa yang disampaikan mahasiswa ada yang menerima bukan orang Kotim. Meski dirinya tidak memahami bagaimana proses seleksi yang dilaksanakan oleh pemerintah setempat, namun ia berharap hal ini menjadi perhatian pemerintah daerah agar penerima beasiswa adalah anak daerah.
“Penyaluran beasiswa dari pemerintah daerah yaitu beasiswa gerbang mentaya kita harapkan dapat tersalurkan sebaik mungkin dan tepat sasaran. Karena program itu ditujukan bagi warga Kotim, terlebih mengingat kuota penerimaan beasiswa sendiri sangat terbatas,”tegasnya.
Diketahui, belum lama ini DPRD kota menerima audiensi dari Ikatan Pelajar Mahasiswa Kotim Palangkaraya yang menyampaikan sejumlah aspirasi salah satunya terkait penyaluran beasiswa yang kurang tepat sasaran.
“Sebenarnya bukan kita ingin membeda-bedakan mahasiswa dari luar, namun kita harus ingat kondisi keuangan daerah. Jika anggaran kita banyak tentu tidak masalah siapa yang mau kuliah di sini dan dapat beasiswa. Namun karena anggaran terbatas, maka harus kita utamakan putra-putri daerah yang menerima beasiswa,”tutupnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post