SAMPIT – Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Abdul Kadir mengingatkan, agar program pembangunan yang dilaksanakan selama 1 tahun anggaran tidak mengcopy paste program dari tahun sebelumnya yang sudah tertuang dalam anggaran belanja daerah.
“Jika hanya copy paste dari program sebelumnya maka sudah barang tentu menggambarkan rendahnya kemampuan untuk mengintegrasikan program pembangunan yang bersumber dari musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) maupun dari kegiatan reses anggota DPRD,”ujarnya, Kamis 12 September 2024.
Menurutnya, saat ini banyak program yang masih belum tepat sasaran. Program kegiatan di satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) banyak copy paste dari program tahun sebelumnya. Minim evaluasi dan perbaikan kerja.
“Cara-cara yang dilakukan dalam implementasi program setiap tahun tidak berubah. Mengesankan hanya seremonialistik dan tidak ada upaya untuk membangun sebagai daya ungkit agar dampak dari program tersebut dapat dirasakan betul kepada masyarakat luas,” tegasnya.
Ia juga menilai, secara administratif apa yang dilakukan Pemkab Kotim dan jajarannya sudah benar, namun secara substantif dampaknya belum dirasakan secara nyata di masyarakat.
“Termasuk serapan aspirasi melalui kegiatan musrenbang pada setiap tingkatan. Hanya terkesan rutinitas tahunan saja, karena usulan dan masukan tidak dapat dieksekusi atau minimal dicarikan solusi untuk diintegrasikan dengan programprogram yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat,”jelasnya.
Disebutkannya, komposisi APBD Kotim tahun anggaran 2024, ialah pendapatan sebesar Rp2.428.261.420.400 yang terdiri dari pendapatan asli daerah sebesar Rp585.143.313.400, dan pendapatan transfer sebesar Rp1.843.118.107.000. Belanja sebesar Rp2.474.746.721.400. Defisit anggaran sebesar Rp46.485.301.000.
Perkiraan penerimaan pembiayaan sebesar Rp61.765.301.000. Perkiraan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp15.280.000.000. Pembiayaan netto sebesar Rp46.485.301.000.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post