SAMPIT – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur Muhammad Irfansyah menyampaikan agar setiap pelajar yang menjadi perwakilan untuk mengikuti assessment nasional berbasis komputer atau ANBK jangan takut apalagi sampai membuat stres.
“Karena pelaksanaan asesmen ini tidak untuk menilai kemampuan dari pelajar secara individu namun untuk melakukan perbandingan atau penilaian kualitas pendidikan di setiap satuan pendidikan yang ada di daerah maupun dengan yang ada di luar daerah,”ujarnya, Kamis 12 September 2024.
Lanjutnya, hasil dari asesmen ini nantinya tidak akan memberikan imbas kepada pelajar yang mengikutinya.
“ANBK itu pemetaan, bukan merupakan ujian. Dalam pelaksanaannya memang ada penilaian, tapi bukan untuk memberikan imbas ke siswa,”tegasnya.
Secara umum lanjutnya, ANBK lebih kepada survei karakter, wawasan dan juga pelayanan sekolah terhadap peserta didik selama mengikuti program pendidikan. Jika ada hal yang masih kurang dan dianggar keliru, maka menjadi dasar pusat untuk melakukan pembenahan.
“Tidak seluruh siswa dalam satu sekolah diikutkan ANBK. Paling banyak berjumlah 40 siswa yang ikut, itupun dipilih secara acak. Namun khusus guru, ada jumlah tertentu yang ditentukan,”jelasnya.
Salah satu sekolah yang melaksanakan ANBK di Kotim yakni MTsN 1 Kotim. Dikatakan Kepala MTsN 1 Kotawaringin Timur M. Rusidi, bahwa ANBK di MTsN 1 berlangsung selama dua hari yaitu hari Rabu dan Kamis, 11-12 September 2024.
“Peserta ANBK merupakan peserta didik kelas VIII secara sampling yang sudah ditetapkan oleh pusat data, terdiri atas 45 peserta dan 5 peserta cadangan dengan distribusi 32 peserta di ruang Laboratorium Komputer pada sesi 1 dan 13 peserta di sesi 2,”bebernya.
Ia juga menyampaikan pelaksanaan ANBK peserta akan mengerjakan 3 subtes meliputi Literasi, Numerasi dan survei lingkungan.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post