SAMPIT – Pimpinan sementara DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Rinie Anderson menyampaikan, demokrasi tidak hanya untuk saat pemilu namun juga menyangkut kesetaraan gender. Sesuai dengan suatu prinsip yang dikatakan Presiden Soekarno pada kemerdekaan, yaitu bahwa demokrasi adalah permusyawaratan yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Negara Indonesia bukan negara untuk satu orang ataupun satu golongan akan tetapi kita mendirikan Negara semua untuk semua,”ujarnya, Jumat 16 Agustus 2024.
Lanjutnya, dalam pembangunan tidak hanya dapat berfokus pada hal-hal yang sudah tercapai maupun fokus pada hal-hal yang belum tercapai. Fokus pada hal yang sudah tercapai mengantarkan pembangunan hanya fokus untuk melanjutkan jika hanya fokus pada hal-hal yang belum tercapai maka pembanguna akan fokus hanya pada penyempurnaan atau perbaikan.
“Jadi antara akan melakukan kelanjutan ataupun penyempurnaan masih terdapat peran utama yang lainnya yaitu progresif yang berarti maju berkembang dan berkembang untuk maju,”tegasnya.
Maju berarti kata Rinie, menjadi berkualitas dan berkembang menjadi inklusif yaitu ditandai dengan adanya kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat pertama memberikan ruang keikutsertaan perempuan dalam pembangunan.
“Hal ini bukan bentuk aspirmasi, namun sebagai bentuk kesadaran kita bahwa perempuan dan laki-laki mempunyai peran setara kedudukannya dalam membangun bangsa dan negara,”ungkapnya.
Kesadaran akan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan lanjutnya, bukan berdasarkan kebencian pada laki-laki namun berdasarkan pada kesadaran semua bahwa harkat dan martabat semua sama baik itu laki-laki ataupun perempuan, yang berkulit putih maupun berkulit hitam dan lain sebagainya.
“Perempuan dan laki-laki mempunyai hak yang sama untuk maju, sejahtera, berkarya dan berprestasi serta hak yang sama dalam pekerjaan serta jabatan-jabatan publik. Ayo perempuan Indonesia tunjukkan bahwa kita adalah perempuan yang hebat. Dimana pada kemerdekaan ini semua sudah harus merdeka,”tandasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post