SAMPIT – Aksi kriminalitas di Kota Sampit kabupaten Kotawaringin Timur saat ini tidak dapat dipungkiri semakin meningkat dengan berbagai cara, terutama penjabretan yang kerap kali terjadi tidak hanya pada malam hari bahkan juga siang hari.
Salah satunya yang menjadi korban penjambretan belum lama ini yaitu Guru di SDN 5 Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang atas nama Elia yang kehilangan dompetnya etelah dijambret seorang pemuda persis didekat pintu gerbang masuk sekolah tempatnya mengajar.
Padahal saat itu yang bersangkutan sedang berboncengan dengan suaminya dan sudah mau memasuki gerbang sekolah. Namun tiba-tiba datang seseorang bercelana pendek yang langsung menarik tasnya.
“Saya sudah mau masuk ke gerbang sekolah, namun memang karena ada lobang dijalan depan sekolah makanya saya memutar agak kedepan, ternyata langsung ada seorang menarik dompet saya ditas dan kabur ke arah jalan Tampan,”jelasnya.
Menurutnya, saat kejadian banyak yang berteriak karena saat itu orang tua murid dan murdi SD tersebut cukup banyak didepan gerbang sekolah.
“Memang itu berani didepan umum begini menjambret tanpa ada takutnya sama sekali,”kata dia.
Akibat kejadian itu guru SD ini mengalami kerugian sekitar Rp1 juta. beruntungnya dompet yang diambil hanya berisikan uang sementara surat berharga lainnya masih ada di dalam tasnya tersimpan.
Menurut Elia pelaku akan mudah dikenali apalagi didepan sekolah itu ada kamera pengawas sehingga aksinya terekam penuh dalam kamera tersebut.
“Saya sudah lapor pak RT, semoga ini bisa ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian, karena kita tidak tahu bisa saja kedepannya anak-anak yang sekolah jadi korban mereka,”tuturnya.
Sementara itu Kepala SDN 5 Baamang Hulu, Nari membenarkan kejadian tersebut, bahwa salah seorang guru di sekolahnya menjadi korban penjambretan pagi ini.
“Betul, ini pertama kalinya terjadi di lingkungan sekolah dan korbannya salah satu guru,”ujarnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post