SAMPIT – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur Rudianur, meminta pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk melakukan pemeriksaan ketersediaan dan kesiapan peralatan pemadaman api yang dimiliki apakah ada yang mengalami kerusakan atau tidak.
“Perlu diadakan inventarisasi sarana dan prasarana pemadaman kebakaran seperti embung atau sumur, karena walaupun memiliki peralatan pemadaman yang lengkap itu semua tidak akan berguna jika tidak tersedia air,”ujarnya, Sabtu 27 Juli 2024.
Bahkan kata Rudianur, pada tahun lalu, pernah merasakan dampak yang sangat buruk dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain menyebabkan kerugian material berupa terbakarnya lahan-lahan yang produktif dan termasuk kawasan gambut yang mestinya terjaga kondisi lingkungan.
“Kejadian karhutla akan memicu merebaknya penyakit, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta terganggunya aktivitas masyarakat sehari-hari. Maka dari itu agar kejadian tersebut tidak terulang kembali maka pemerintah daerah harus bersiaga, waspada dan berupaya mengantisipasi berbagai kemungkinan itu sedini mungkin,”tegasnya.
Menurutnya, pada periode Agustus nanti, ada agenda nasional upacara peringatan hari ulang tahun ke 79 Kemerdekaan Republik Indonesia, yang rencananya dipusatkan di Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga komitmen bersama untuk mewujudkan Kalteng bebas asap tahun 2024 harus dijaga guna mendukung kesuksesan perayaan hari kemerdekaan tersebut.
Tambahnya, musim kemarau banyak lahan yang mengalami kekeringan dan mudah terbakar ditambah dengan semakin sulitnya sumber-sumber air untuk kebutuhan pemadaman api jika terjadi karhutla harus menjadi prioritas utama.
“Hendak ha kegiatan pembasahan lahan dan penyediaan sumber air alternatif harus mulai disiapkan. Seluruh stakeholder harus bisa bersinergi dan bekerja sama dalam hal ini untuk pemerintah kecamatan dan desa agar segera membentuk atau menggerakkan satgas penanggulangan bencana,”pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















