SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Muhammad Abadi menyampaikan, meski angka atau jumlah kemiskinan di Kotim menurun dari tahun sebelumnya, namun diharapkan laporan hasil evaluasi dari perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) agar tetap diperhatikan.
“Yang mana dikatakan tentang pelaksanaan percepatan penghapusan kemiskinan di Kotim masih banyak kegiatan yang berpotensi tidak efektif dan menyentuh langsung dengan masyarakat,” ujarnya, Sabtu 27 Juli 2024. Lanjutnya, Kotim mencatatkan penurunan tingkat kemiskinan pada tahun 2023. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur, tingkat kemiskinan menurun menjadi 5,69% dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 26.570 jiwa.
Angka ini menunjukkan penurunan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 5,95% dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 27.560 jiwa. “Maka diharapkan seluruh perangkat daerah yang terkait dapat mempertajam program dan kegiatan dalam penanggulangan kemiskinan sesuai tugas pokok dan fungsinya serta dapat mengevaluasi pelaksanaannya,”tegas Abadi.
Ia juga menambahkan, agar langkah-langkah strategis dalam rangka upaya penanggulangan kemiskinan dapat lebih tepat sasaran dan tepat manfaat serta menghasilkan kesepakatan bersama untuk melaksanakan kegiatan yang sistematis. “Kegiatan penanggulangan juga harus terencna dan bersinergi dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan di Kotim yang harus melibatkan semua pihak,” tutupnya.
(dia/matakalteng)





















