Oleh: Nur Rahmawati, S.H***
Meningkatnya kasus bunuh diri akhir-akhir ini mengindikasikan melemahnya kesehatan mental di masyarakat, yang dapat dikaitkan dengan kegagalan kapitalisme. Hal ini karena ideologi kapitalis memandang hidup melalui sudut pandang materialistis, yang dapat berkontribusi pada masalah kesehatan mental.
Seperti dilansir dari laman berita Cnnindonesia.com, Bali menjadi wilayah tertinggi angka suicide rate atau tingkat bunuh di Indonesia. Berdasarkan data Pusat Informasi Kriminal Indonesia (Pusiknas) sepanjang 2023 laporan kasus bunuh diri di Bali mencapai angka 3,07. Suicide rate atau tingkat bunuh diri dihitung berdasarkan jumlah kasus bunuh diri dibandingkan dengan jumlah penduduk (2-7-2024).
Sistem Rusak
Kapitalisme merupakan sistem rusak, di mana segala sesuatunya akan diperjualbelikan untuk mendapatkan keuntungan. Sistem ini memprioritaskan keuntungan ekonomi, yang berpotensi mengabaikan kesejahteraan mental individu. Namun, penting untuk dicatat bahwa masalah kesehatan mental juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, seperti keadaan pribadi, kecenderungan genetik, dan faktor lingkungan.
Meskipun demikian, semua hal tersebut didukung oleh sistem kapitalisme yang merusak tatanan kehidupan. Oleh karena itu, sistem kapitalis dapat berkontribusi pada masalah kesehatan mental. Selain itu, persoalan hidup yang disebabkan banyak faktor seperti permasalahan ekonomi,sosial dan kemerosotan moral juga dapat memengaruhi kesehatan mental, seperti yang ditunjukkan oleh tingginya tingkat bundir di Indonesia.
Sistem kapitalisme sering kali dianggap sebagai penyebab utama dari tekanan mental dan gangguan jiwa. Dalam sistem ini, individu diharuskan untuk bekerja keras dan mencapai kesuksesan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hal ini dapat menimbulkan tekanan yang signifikan, terutama bagi mereka yang tidak memiliki akses yang sama ke sumber daya dan peluang.
Dampak Sistem Kapitalisme pada Mental
Sistem kapitalisme dapat memengaruhi mentalitas masyarakat yang berdampak pada lemahnya mental dan akhirnya marak terjadi kasus bundir, adapun cara sistem kapitalisme melemahkan mental yaitu sebagai berikut:
Tekanan untuk Sukses: Sistem ini mengharuskan individu untuk mencapai kesuksesan ekonomi, yang dapat menimbulkan tekanan dan stres yang signifikan. Ini dapat menyebabkan individu merasa tidak puas dengan dirinya sendiri jika tidak mencapai standar yang ditetapkan.
Kurangnya Akses ke Sumber Daya: Sistem ini sering kali tidak meratakan akses ke sumber daya dan peluang, yang dapat menimbulkan rasa tidak adil dan ketidakpuasan. Dari sini, tampak sekali ketimpangan antara yang miskin dan kaya.
Kondisi Kerja yang Buruk: Banyak pekerjaan di bawah sistem kapitalisme memiliki kondisi kerja yang buruk, yang dapat menimbulkan stres dan depresi. Maka, wajar jika kasus bundir dijadikan solusi oleh sebagian orang yang memiliki mental lemah.
Pada akhirnya, pendekatan komprehensif diperlukan untuk mengatasi masalah kesehatan mental di masyarakat, termasuk meningkatkan akses ke layanan kesehatan mental, mempromosikan pendidikan kesehatan mental, dan mengatasi masalah sistemik yang berkontribusi pada buruknya kesehatan mental. Hanya saja semua ini baru berhasil jika sistem rusak hari ini diganti dengan sistem yang sesuai fitrah manusia, yaitu sistem Islam.
Kegagalan Sistem Pendidikan
Fenomena ini juga menunjukkan gagalnya sistem Pendidikan dalam mencetak individu yang bermental kuat, selalu bersyukur dan bersabar dalam menjalani kehidupan. Selain itu, juga menunjukkan gagalnya Negara dalam mengurus rakyat dan menjaga kesehatan mental rakyat.
Kelemahan mental dipengaruhi banyak hal, salah satunya adalah pandangan hidup berdasar sekulerisme kapitalisme, dari sistem ini akan memengaruhi pendidikan yang diadopsinya. Sistem pendidikan kapitalisme memandang bahwa segala sesuatu menghasilkan materi, sehingga tidak heran jika output yang dihasilkan orang-orang individualisme dan memandang apa pun yang tidak menghasilkan materi maka akan diabaikan.
Islam Solusi
Islam menjadikan negara sebagai pelindung yang akan mengurus rakyat dan memberikan kehidupan terbaik melalui terwujudnya sistem kesehatan masyarakat yang terbaik. Negara wajib memberikan fasilitas kesehatan gratis bagi rakyatnya. Selain itu, fasilitas dan tenaga medisnya pun diberi yang terbaik dengan percuma tanpa terkecuali.
Penerapan syariat Islam kafah oleh negara akan menjamin terwujudnya kesejahteraana dan ketentraman, juga terpenuhinya jaminan untuk menjaga setiap rakyat memiliki jiwa dan raga yang sehat dan kuat, kesadaran inilah yang ditanamkan Islam kepada umatnya dan siapa pun yang hidup di negara yang menerapkan sistem Islam tersebut.
Islam dengan tegas melarang tindakan bunuh diri, karena dianggap sebagai perbuatan dosa besar yang menjerumuskan pelakunya ke dalam api neraka. Mengingat maraknya kasus bunuh diri di Indonesia, berikut beberapa solusi yang dapat dilakukan berdasarkan ajaran Islam:
Pencegahan dengan cara, pertama, memperkuat Iman dan Keyakinan. Meningkatkan pemahaman tentang ajaran Islam terkait larangan bunuh diri dan bahayanya. Kedua, memperbanyak tadabbur Al-Qur’an dan doa untuk menumbuhkan keimanan dan ketawakalan kepada Allah SWT.
Dengan memahami isi Alquran akan tumbuh kesadaran dan rasa syukur atas anugerah hidup yang diberi. Ketiga, mengikuti kajian dan halaqah keilmuan Islam untuk mendapatkan pemahaman yang benar dan mendalam. Hal ini akan mencerdaskan umat, dan bisa mendapatkan solusi tepat atas segala persoalan hidup dengan Islam.
Keempat, membangun mental yang kuat, membiasakan diri untuk selalu bersyukur dan optimis dalam menghadapi setiap cobaan.
Menanamkan rasa cinta kepada Allah SWT dan keyakinan bahwa Dia selalu bersama hamba-Nya. Membangun mentalitas yang tangguh dan pantang menyerah dalam menghadapi masalah.
Kelima, mempererat hubungan sosial, dengan meningkatkan kesadaran masyarakat. Melakukan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya bunuh diri dan pentingnya menjaga kesehatan mental. Menghilangkan stigma negatif terhadap orang-orang dengan masalah kesehatan mental. Meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan mental yang mudah dijangkau dan terjangkau.
Pendampingan: Khatimah
Dengan menerapkan sistem Islam secara keseluruhan akan mencegah tindakan bundir dan mengedukasi serta menyadarkan masyarakat bahwa hidup adalah anugerah dan segala persoalan bisa diatasi dengan solusi Islam. Oleh karenanya, mengambil solusi Islam adalah solusi yang tepat untuk mengatasi masalah lemahnya mental yang berdampak tindakan bundir. Wallahu’alam bishawab.
(Penulis adalah Praktisi Pendidikan di Kabupaten Kotim)



















