SAMPIT – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Riskon Fabiansyah menyebutkan,
ada banyak catatan ketika pihaknya melaksanakan Reses dan menerima laporan langsung dari
masyarakat terkait dengan kondisi Pendidikan dan
Kesehatan di desa.
“Perlu menjadi perhatian serius Pemda berkenaan dengan tanaga kesehatan perawat dan bidan di daerah pedesaan banyak yang belum ada,”ujarnya yang juga Anggota Fraksi Golkar ini, Sabtu 22 Juni 2024. Lebih lanjut dikatakan Riskon, tenaga pendidik dalam hal ini guru SD dan SMP di desa juga sangat kurang tidak sesuai dengan rasio kecukupan yang seharusnya.
Disamping itu kinerja guru PNS yang ada sangat kurang, terutama dalam hal disiplin cendrung malas, ini karena tidak adanya sistem pengawasan yang baik dan konsisten termasuk reword dan punishment bagi guru yang bekerja di daerah.
“Karena banyak guru yang ingin bekerja di kota atau dekat dengan kota. Sehingga di daerah mengalami kekurangan guru dan juga berpengaruh pada kinerja. Kami juga menemukan sekolah SD di desa banyak yang memperihatinkan,” tegasnya. Yakni kata Riskon, kondisi rusak, bocor dan tidak layak untuk tempat mempersiapkan generasi emas kedepan. Termasuk rumah dinas guru telah banyak yang sudah tidak layak huni dan sangat memperihatinkan.
“Pembayaran TPP juga selalu tertunda hampir tidak ada solusinya setiap tahun selalu berulang-ulang. Tentu Fraksi Golkar mempertanyakan kinerja Pemda khususnya SOPD terkait, seolah selama ini tidak bekerja. Padahal, laporan dan daftar masalah telah ada dan berulang setiap tahunnya. Yang diperlukan saat ini adalah sistem penyelesainnya yang komprehensif perlu di lakukan dengan segera. Mohon bisa menjadi perhatian Pemerintah daerah,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post