SAMPIT – Ketua DPRD Kotawaringin Timur Rinie Anderson mengatakan, pembenahan bandara di Kota Sampit diharapkan bisa menekan harga tiket pesawat agar lebih murah. Mengingat selama ini harga tiket banyak dikeluhkan masyarakat sehingga banyak yang beralih penerbangan melalui kabupaten tetangga atau kota lain.
“Kami mendorong bandara ini bisa hidup kembali dengan baik, dan penumpang khususnya dari Kotim bisa kembali terbang melalui Bandara H Asan ini. Paling penting maskapai besar bisa mendarat di bandara H Asan Sampit, sehingga harga tiket lebih bersaing dan menguntungkan pengguna transportasi udara,” ujarnya, Jumat 21 Juni 2024.
Menurutnya, Kotim merupakan daerah perekonomian tertinggi di Kalteng. Dikenal sebagai pintu gerbang perekonomian Kalteng dengan sektor usaha yang semakin maju dan berkembang. Terutama dalam bidang jasa, perkebunan kelapa sawit, dan pertambangan.
“Maka dari itu Kotim juga memiliki potensi penerbangan yang besar, terutama dengan adanya 53 perusahaan besar di sektor perkebunan kelapa sawit dan perusahaan pertambangan,”tegasnya.
Selain itu tambah Rinie, Kotim juga merupakan kabupaten dengan jumlah penduduk terbesar di Kalteng, yaitu sebanyak 436.079 jiwa. Dengan luas wilayah mencapai 16.796 kilometer yang terdiri dari 17 kecamatan, 17 kelurahan, dan 168 desa.
“Apalagi sebanyak 5.474 orang dari unsur pimpinan perusahaan perkebunan kelapa sawit diperkirakan akan menggunakan transportasi udara untuk perjalanan bisnis, terutama ke Jawa,”ungkapnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post