SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Syahbana menyarankan, agar pertanian khususnya di sektor padi atau beras lebih dikembangkan, mengingat merupakan kebutuhan pokok dan harganya yang masih belum stabil di pasaran.
“Kami mendukung segala upaya Pemerintah Kotim dalam mengembangkan sektor pertanian, sebagai salah satu program meningkatkan pembangunan perekonomian masyarakat dan daerah. Diharapkan, agar segala upaya program di bidang tersebut dilaksanakan semaksimal mungkin, bahkan kami mendorong agar pemerintah mengembangkan sektor pertanian berskala luas,”ujarnya, Kamis, 6 Juni 2024.
Menurutnya, jika melihat potensi dan peluangnya di Kotim, dapat dipastikan pengembangan sektor pertanian berskala luas ini bukan sesuatu yang tidak mungkinkan karena adanya dukungan dari sisi ketersediaan lahan yang memadai:
“Dinas terkait diharapkan membuat program pengembangan lahan pertanian, mengingat kebutuhan akan beras setiap tahun semakin banyak seiring bertambahnya jumlah penduduk. Apalagi Kotim memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pertanian dari sisi sumber daya alam, dimana memiliki lahan untuk perkebunan yang luas yakni 102.391,7 HA dan jumlah sumber daya manusia yang paling banyak dan berusia produktif sebanyak 212.379 berdasarkan data BPS tahun 2024,”tegasnya.
Menurutnya, tidak bisa memungkiri bahwa Kotim saat ini masih memiliki ketergantungan akan beras dari daerah lain, mengingat hasil produksi padi milik masyarakat lokal masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Selain berkaitan dengan perekonomian, mengatasi ketergantuan beras dengan daerah lain juga menjadi salah satu alasan kenapa sektor pertanian di Kotim perlu dikembangkan dalam skala yang luas. Pengembangan potensi pertanian tentunya sangat penting bagi kelangsungan pembangunan daerah untuk saat ini dan di masa yang akan datang,” ujarnya.
Ia menambahkan, sektor pertanian, selain menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan sektor pangan, tentunya juga menjadi salah satu sektor yang akan mampu bertahan di tahun-tahun ke depan. Sehingga apa yang menjadi upaya pemerintah dalam hal peningkatan program di sektor pertanian tentunya harus didukung bersama.
Diketahui, dalam upaya untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Kotum, dinas pertanian Kotim melakukan penyerahan sejumlah alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani.
Bupati Halikinnor menyampaikan bahwa alat dan mesin pertanian (alsintan) dalam pengembangan pertanian bukan sebatas proses budidaya dan pascapanen, tapi juga bagi upaya pengembangan proses hasil panen menjadi aneka produk pangan tambahan.
“Alsintan ini menjadi pemicu transformasi teknologi kepada petani menuju pertanian yang lebih modern, efektif, dan ramah lingkungan. teknologi mekanisasi tersebut harus mencakup dari hulu sampai hilir sehingga tidak hanya meningkatkan produksi, akan tetapi kesejahteraan petani,”ujarnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post