SAMPIT – Banjir yang masih melanda Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuat masyarakat harus beralih moda transportasi dari darat ke air yaitu menggunakan perahu. Bahkan sejumlah pelajar di desa ini juga terpaksa membawa perahu masing-masing untuk berangkat ke sekolah.
“Memang masyarakat Desa Hanjalipan ini sudah berharmonisasi dengan situasi banjir yang melanda desa. Dalam menghadapi bencana banjir mereka sudah sigap, namun kita menghimbau agar tetap menjaga keselamatan,”kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kotim, Agus Mulyadi, Kamis 6 Juni 2024.
Lanjutnya, banjir yang terjadi di Desa Hanjalipan mulai dari tanggal 30 Mei 2024 sampai hari ini, yang mana seluruh jalan desa masih terendam banjir dengan ketinggian bervariasi antara 30 sampai 125 cm yang merendam kurang lebih 1.800 meter jalan desa.
“Meski banjir, warga tetap beraktivitas namun semua menggunakan perahu, termasuk anak-anak yang berangkat sekolah,”ujarnya.
Tambah Agus, ia mengakui semangat para pelajar di desa ini sangat tinggi untuk menuntut ilmu. Bahkan dalam keadaan banjir semuanya tetap semangat berangkat ke sekolah, dan terlihat anak-anak juga sudah mahir mengoperasikan perahu menggunakan dayung tanpa bantuan orang tua.
“Sementara untuk masyarakat yang terdampak disampaikan pihak desa ada 461 kepala keluarga dengan 320 rumah. Dan sebanyak 30 rumah yang banjirnya merendam sampai ke dalam rumah warga. Sementara yang lainnya tidak, karena rata-rata rumah warga di Desa Hanjalipan ini adalah rumah panggung,”ungkapnya.
Menurutnya, Desa Hanjalipan lebih sering mengalami banjir dibandingkan desa lainnya lantaran letak desa yang berada di pinggir Sungai Mentaya dan berada di muara sungai yang mempertemukan dua Sungai Mentaya dan Sungai Tualan.
“Beberapa hari lalu pemerintah Kotim sudah menyalurkan bantuan sembako untuk para korban banjir ini. Dengan harapan dapat membantu masyarakat terdampak dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, karena memang kondisi banjir ini membuat aktivitas masyarakat terganggu terutama untuk mencari penghasilan,”tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post