SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Ary Dewar menyayangkap sikap aparat pengamanan di PT Surya Citra Cemerlang (SCC) yang melakukan penembakan kepada warga Desa Bukit Raya, Kecamatan Cempaga Hulu atas konflik pertanahan di wilayah itu.
“Seharusnya kalau tembakan peringatan itu bisa si kaki, jangan dibagian vital yang mengakibatkan korban sampai meninggal dunia pada hari itu juga,”ujarnya, Selasa 4 Juni 2024.
Secara hukum lanjutnya, memang belum tahu aturannya bagaimana, namun ia mendengar informasi-informasi dari aparat keamanan korban itu mencuri buah sawit. Tetapi apapun masalahnya di masyarakat menurut Ary, seharusnya diberi tembakan peringatan saja.
“Karena disana itu banyak hal-hal semacam ini, bahkan kebun milik masyarakatpun banyak dimalingi oleh oknum-oknum masyarakat dan dijual ke PT SCC. Jadi PT SCC ini penadah sebenarnya, penadah buah maling masyarakat. Tetapi ketika kebun dia yang dicuri masyarakat, dia minta aparat menembak,”bebernya.
Bahkan menurutnya, ia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bahwa PT SCC ini penadah sawit curian, dan mereka tidak bisa membantahnya saat rapat. Hal-hal seperti ini kedepannya ia harap aparat jangan sampai hanya tegas kepada masyarakat.
“Karena ini tajam ke bawah tumpul ke atas, yang di atas ya perusahaan. Benar kita tetap mendukung aparat untuk mengamankan maling-maling ini, tetapi bukan seperti ini caranya. Kalau ditembak seperti ini mungkin tiap hari ada puluhan masyarakat yang meninggal karena di sana banyak malingnya. Hal seperti ini aparat keamanan harus mempunyai protap yang jelas, karena menurut saya sekarang protap nya terlalu membahayakan,”pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post