SAMPIT – Jajaran DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berharap pemerintah setempat melakukan perbaikan pada sistem peternakan yang ada di daerah. Hal ini sebagai upaya untuk mengatasi kelangkaan terutama daging potong yang kerap kali mengalami kenaikan harga menjelang Ramadhan ataupun pada saat menjelang hari besar keagamaan.
“Biasanya naik karena terjadi kelangkaan, dan kelangkaan daging ayam ras tersebut karena para peternak ayam sulit mendapatkan pakan murah, begitu juga dengan daging sapi,” kata Anggota DPRD Kotim, Syahbana, Senin, 4 Maret 2024.
Dia menilai, kunci suksesnya peternakan berada di pakan. tingginya harga pakan menjadi penyebab utama mahalnya harga daging ayam ras di pasar. Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi, harganya bisa melambung tinggi di pasaran.
“Pemerintah Kotim harus bertindak, mengubah sistem peternak yang ada saat ini. Rata rata peternak sangat tergantung dengan pemodal,” tegasnya.
Menyikapi hal itu lanjutnya, diharapkan pemerintah harus mengandeng para investor untuk mengelola produk pakan, sehingga bisa membuat pakan di Kotim, hal itu untuk mengurangi biaya traspotasi yang cukup mahal.
“Pemerintah daerah Kotim harus memulai memikirkan kesiapan bahan pakan seperti jagung, melalui gerakan petani untuk menanam jagung, karena jagung ini bisa diolah untuk pakan dan diproduksi di Kotim. Untuk pengelolaannya bisa memanfaatkan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah),” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post