SAMPIT – Pembukaan jalan di sejumlah kecamatan dinilai dapat membuka keterisolasian masyarakat dari dunia luar, karena masih ada kecamatan yang tidak bisa dijangkau melalui jalur darat melainkan hanya melalui jalur air.
“Salah satunya dengan dibangunnya jalan dari Kecamatan Cempaga menuju Seranau yakni untuk membuka keterisolasian di wilayah seberang Sungai Mentaya,” kata Ketua DPRD Kotim, Rinie Anderson, Minggu 7 Januari 2024.
Hal ini guna mensiasati tidak adanya jembatan penyeberangan menuju Kota Sampit dari beberapa desa di wilayah Kecamatan Seranau tersebut. Program ini awalnya dicanangkan hingga ke perbatasan Katingan-Kotim wilayah Pegatan Kecamatan Katingan Kuala.
“Namun kala itu program ini terkendala karena keterbatasan anggaran, yang pembiayaannya melalui sistem multiyears. Ke depan memang harus dipikirkan untuk peningkatan jalan itu,” tegasnya.
Menurutnya, apakah bisa melalui APBD ataupun dengan bantuan dari APBN di Kementrian PUPR untuk membiayai pembangunannya serta bekerjasama dengan pihak ke tiga yang berada di wilayah ini.
“Karena dengan adanya jalan yang mudah untuk dilalui oleh masyarakat menuju kecamatan lainnya atau bahkan ke pusat kota Sampit, masyarakat akan lebih mudah melakukan kegiatan ekonomi dan hilir mudik terutama pada saat ingin menjual hasil alam atau hasil bumi yang menjadi mata pencaharian mereka,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post