SAMPIT – Pada awal tahun banyak masyarakat yang mengunjungi pasar pasar hingga toko-toko untuk berbelanja, karena baru saja menerima bonus akhir tahun khususnya untuk pegawai kantoran dan perusahaan. Namun tidak jarang momen ini dijadikan kesempatan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk membelanjakan uang palsu.
“Untuk itu kita menghimbau kepada masyarakat agar mewaspadai peredaran uang palsu. Terutama ketika banyak pembeli berdatangan sekaligus,”kata Anggota Komisi I DPRD Kotim, M Abadi, Kamis 4 Januari 2024.
Dia juga mengingatkan, untuk sejumlah tokoh yang dalam skala cukup besar terutama sering dikunjungi banyak pembeli agar memasang kamera peman tahu atau CCTV. Sehingga ketika ada peredaran uang palsu ditemukan pemilik toko bisa langsung melakukan pengecekan siapa yang berbelanja menggunakan uang palsu tersebut.
“Dengan begitu bisa memudahkan untuk menangkap pelaku dan juga dapat membantu tugas aparat melakukan penelusuran. Selain itu kamera CCTV juga berguna untuk melakukan peman Tawan agar tidak terjadi pencurian,”ujarnya.
Terpisah, salah seorang pemilik toko aksesoris ponsel di Jalan Suka Bumi, Kecamatan Baamang, Dila mengatakan, pernah menjadi korban peredaran uang palsu pada akhir tahun 2023 lalu.
Dia menceritakan, pelaku datang ke toko untuk mengisi saldo uang digital dengan pecahan uang Rp 50 ribuan sebanyak 3 lembar.
”Waktu itu dia datang mengisi dana 150 ribu. Pas kami cek, ternyata uangnya palsu, uang tersebut sempat di tes menggunakan alat pendeteksi money detector ultraviolet blue. Dan hasilnya dinyatakan palsu. Uang palsu itu pun kemudian dikembalikan kepada pemiliknya. Setelah kami raba dan cek ulang uangnya, ternya memang beda dengan uang pada umumnya. Kertasnya tebal dan mudah rusak,” ungkapnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post