SAMPIT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim) menilai, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kotim masih belum dilakukan maksimal oleh pemerintah setempat. Padahal ini sangat diharapkan guna peningkatkan kualitas dan mutu SDM di daerah.
“Dalam hal pendidikan saja, salah satu cara meningkatkan kualitas hidup masyarakat, belum ditangkap desain pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Kotim secara nyata, terutama dalam optimalisasi bonus demografi dan tantangan perkembangan teknologi digital dewasa ini,” ujar Anggota Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah, Sabtu 23 Desember 2023.
Sehingga ujarnya, dalam kurun 15 hingga 100 tahun Indonesia merdeka semua telah bisa memproyeksikan capaian kondisi dan kualitas SDM Kotim. Dia menambahkan, dalam hal teknis jangka pendek yang masih dirasakan masyarakat, beban pendidikan masyarakat yang semakin tinggi, hingga permasalahan zonasi sekolah yang sampai saat ini belum tuntas dan belum termonitor dengan baik.
“Sehingga berdampak pada kasus tidak lanjut atau menunda masuk sekolah, karena jauh dan biaya disekolah swasta yang lebih mahal. Karena kita tahu bahwa sekolah negeri di Kotim ini belum merata sebarannya di setiap daerah,”tegasnya.
Untuk itu lanjutnya, perlu adanya pemerataan pendidikan sehingga sistem zona yang diterapkan pemerintah bisa diikuti di Kotim. Yang mana sekarang ini dalam satu wilayah saja bahkan ada yang sangat sulit menemukan sekolah negeri, hingga harus melewati beberapa desa.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post