SAMPIT – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit meminta penambahan anggaran sebesar Rp115 miliar, hal itu disampaikan kepada Komisi III DPRD Kotim yang merupakan mitra kerja agar diusulkan kepada pemerintah daerah dalam pembahasan APBD Perubahan tahun anggaran 2023.
“RSUD dr Murjani Sampit untuk anggaran sebelum perubahan sebesar Rp 176 miliar 640 juta lebih, setelah perubahan menjadi Rp 292 miliar 409 juta lebih. Bertambah Rp 115 miliar 768 juta lebih,”kata Anggota Komisi III DPRD Kotim, Riskon Fabiansyah, Jumat 22 September 2023.
Lanjutnya, penambahan anggaran tersebut dijelaskan untuk membayar yang belum terdanai yaitu meliputi TPP PNS sebesar Rp 850 juta lebih serta iuran BPJS TPP 4 persen tahun 2022 dan 2023 sebesar Rp 2 miliar 100 juta.
“Sehingga kekurangan usulan anggaran yang belum terdanai Rp 2 miliar 950 juta lebih. Untuk memberikan kinerja yang optimal, tentu kita juga harus membayarkan hak para tenaga kesehatan khususnya di RSUD dr Murjani Sampit dengan tepat waktu, sehingga mereka bertambah semangat menjalankan tugasnya,”ujarnya.
Menurutnya, penganggaran kesehatan merupakan suatu konsep yang tidak bisa terpisahkan dari pembiayaan kesehatan karena penganggaran merupakan proses penyusunan anggaran biaya yang dibuat untuk mencapai tujuan dari organisasi pelayanan kesehatan pada khususnya.
“Sebenarnya berita bagus insentif nakes di wilayah kita ini lebih besar dibanding wilayah lainnya, namun kurang berkenannya adalah pembayaran insentif sering terlambat bahkan bisa dibayarkan tahun berikutnya. Hal inilah yang dapat mempengaruhi kinerja nakes. Lebih baik insentif sedikit akan tetapi lancar dibayarkan,”pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post