SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat ini tengah gencar menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kotim, khususnya selama puncak musim kemarau yang di prediksi akan berakhir pada awal Oktober 2023 mendatang.
Sehingga, pihaknya mengusulkan adanya penambahan anggaran dalam APBD Perubahan tahun anggaran 2023 ini, terutama karena peralatan yang ada di BPBD juga banyak mengalamai kerusakan.
“Kami sebagai mitra kerja tentu mendukung dan menyetujui adanya penambahan anggaran tersebut, apalagi untuk keperluan penanganan bencana di daerah. Dan itu sudah kami sampaikan kepada pemerintah daerah, tinggal bagaimana pemerintah saja lagi mau menambah atau tidak,”kata Anggota Komisi III DPRD Kotim, SP Lumban Gaol, Jumat 22 September 2023.
Disebutkannya, anggaran BPBD sebelum perubahan sebesar Rp 10 miliar 238 juta lebih, setelah perubahan Rp 10 miliar Rp 378 juta lebih. Bertambah Rp 140 juta lebih.
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam menyampaikan, anggaran untuk status Tanggap Darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebesar Rp260 juta untuk 14 hari kalender. Yang mana saat ini Kotim sudah naik status dari siaga menjadi tanggap darurat.
“Anggaran tersebut mengakomodasi kebutuhan yang lebih komplit dalam penanganan karhutla dan melibatkan berbagai instansi seperti Damkar, TNI, Polri, Dinkes, Diskominfo, Satpol PP dan lainnya. Status tanggap darurat berakhir 25 September 2023, dan 24 September akan dirapatkan kembali apakah lanjut atau tidak,”ujar Multazam.
Sedangkan diketahui, sebelumnya pada penanganan status siaga darurat selama dua bulan atau 62 hari kalender, anggaran yang digunakan sebesar Rp 380 juta untuk mengakomodasi kebutuhan tim penanganan karhutla seperti BBM dan lain sebagainya.
“Pemkab Kotim menaikkan status penanggulangan karhutla dari siaga menjadi tanggap darurat untuk mengoptimalkan upaya di lapangan sejak 11 September 2023 lalu,”pungkasnya.
(dia/matakalteng.com)





















Discussion about this post