SAMPIT – Ketua Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim) Nadi mengatakan, perlu pencermatan dalam menentukan target capaian sehingga dalam pelaksanaanya target tersebut bisa dipenuhi, dan kalaupun minus, paling tidak hanya sedikit yang tidak tercapai.
Masih banyaknya target pembangunan di Kotim yang belum tercapai, bahkan terjadi silpa yang sangat besar lantaran sejumlah kegiatan yang tidak bisa dilakukan menyisakan anggaran yang cukup besar pada anggaran 2021.
“Dalam Implementasi keuangan daerah secara kuantitatif capaian angka-angka yang disebutkan dalam laporan baik capaian target anggaran maupun daya serap anggaran perlu menjadi perhatian. Karena antara target dan capaiannya sangat jauh dari yang diharapkan,” ujarnya, Minggu 26 Juni 2022.
Jika dilihat dari aspek perencanaan perlu dilakukan pencermatan dalam menentukan target capaian serta kerja yang lebih jelas lagi dalam perhitungannya. Untuk itu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Kotim harus berbenah dalam hal melakukan kegiatan.
“Apalagi diketahui realisasi anggaran 2021, terutama tentang realisasi PAD, hanya mencapai 66,29% atau kurang dari 33,71%. Yang krusial adalah pada pajak daerah hanya Rp. 65.5 Milyar atau hanya 19,61% dari target Rp. 334 Miliyar,” sebutnya.
Kondisi ini kata Nadi, sangat jauh dari kinerja yang diharapkan. Kalau perbandingan pada tahun 2020 saja dapat mencapai hampir 25 %. Padahal kondisi Covid-19 dirasa lebih berat pada tahun 2020. Sementara pada tahun 2021 kondisi sudah mulai membaik dan perekonomian sudah mulai berjalan kembali.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post