SAMPIT – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotawaringin Timur (Kotim) SP Lumban Gaol mengkritik audiensi yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Kotim pada hari ini, Senin 11 April 2022 di DPRD Kotim kurang gaungnya.
Gaol mengaku, sudah mendengar akan ada suatu aksi. Dan pihaknya sudah mendengar tuntutannya menanggapi berbagai persoalan di tengah masyarakat saat ini. Ia mengaku bangga dengan apa yang dilakukan adik-adik hari ini karena berani untuk menyuarakan jeritan masyarakat.
“Namun mohon maaf saja, saya hari ini ingin mengkritik kekompakkan adik-adik, saya menilai ini kurang greget se akan melempem. Padahal jika melakukan aksi yang lebih baik dan heroik pasti akan lebih dipandang oleh masyarakat dan semakin lantang suara kalian semakin mantap untuk perkembangan daerah kita, khususnya di Kotim,” kata Gaol, Senin 11 April 2022.
Hal itu disampaikan karena melihat kehadiran perwakilan Aliansi Masyarakat Kotim yang hanya 6 orang, padahal sebelumnya dikabarkan akan melakukan aksi demonstrasi dengan masa 1.000 orang.
“Hari ini pun kami anggota dewannya hanya enam orang, karena kami menyesuaikan dengan yang datang. Kalau yang datang banyak, kami hadirkan anggota juga banyak. Saya pikir jika yang hadir sedikit seperti ini pasti tidak akan terdengar oleh pemerintah,” tegasnya.
Lanjutnya, ia malah mau menambahkan agar menjadi catatan dan disuarakan bersama yakni terkait gas subsidi. Karena dirinya sudah mensurvey ke beberapa pangkalan tidak ada yang menjual dengan harga Rp 20 ribu, padahal Rp 20 ribu sudah di atas harga subsidi.
“Artinya pengawasan pemerintah untuk penyaluran gas LPJ subsidi ini perlu dipertanyakan. Selain itu juga terkait harga BBM yang tinggi, khususnya pertamax. Sehingga banyak masyarakat yang beralih menggunakan pertalite, bahkan sudah mulai antri. Dikhawatirkan akan muncul lagi pelangsir,” ujarnya.
Sementara itu penanggungjawab aksi yakni Burhan Nurrohman mengatakan, pihaknya sudah sering melakukan aksi namun hasilnya tetap tidak jelas arahnya kemana, sehingga sekarang pihaknya balik untuk audiensi terlebih dahulu baru aksi.
“Jika hasilnya masih sama seperti yang lalu maka Rabu 13 April 2022 nanti kami akan lebih serius dengan menurunkan banyak masa,” tegasnya.
Sementara perwakilan Aliansi yang lainnya yakni Mandiri menegaskan, pihaknya bukan tidak ingin menurunkan banyak masa pada hari ini. Karena memang dibatasi yang hadir, sehingga akan bercuma jika membawa banyak masa namun tidak diperbolehkan masuk. Apalagi di tengah menjalankan ibadah puasa.
“Kedatangan kami hari ini sebagai bentuk ultimatum awal agar pihak DPRD bersiap-siap dengan kedatangan kami Rabu nanti. Hari ini kami memang sengaja untuk tidak menurunkan banyak masa. Kami mencoba audiensi terlebih dahulu dan ingin mengetahui bagaimana tanggapan para wakil rakyat disini,” ucapnya.
(dia/matakalteng.com)






















Discussion about this post